oleh

AKSARA, Simpul Belajar Berbagai Organisasi Masyarakat Sipil Kabupaten Tasikmalaya

KAPOL.ID–Sudah tumbuh (lagi) satu tunas simpul belajar di Kabupaten Tasikmalaya. Simpul belajar ini lahir atas komunikasi 14 organisasi masyarakat sipil (OMS). Pembentukan simpul belajar itu sendiri berlangsung di Saung Gunung Jati, Mangunreja, pada Kamis (24/9/2020); dalam agenda “Workshop Perumusan Simpul Belajar Madani di Kabupaten Tasikmalaya”.

AKSARA, adalah nama simpul belajar itu; sebuah akronim dari Aksi Simpul Belajar Tasikmalaya. AKSARA menghimpun para aktivis perwakilan dari PERADI, PRKI, PUSTAKA, LK KOMPAS, PKBI, DEEP, Nasyiatul Aisyiyah, Aisyiyah, Muslimat NU, Fatayat NU, Pemuda Muhammadiyah, PMII, FMMT, dan Lakpesdam NU. Semua OMS ini bergerak di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami melihat bahwa Kabupaten Tasikmalaya mempunyai potensi yang sangat besar, tinggal pembentukan ruang saja agar terjalin kolaborasi antara OMS denga pemerintah. Makanya kami merumuskan simpul belajar dengan slogan ‘saling belajar, aksi bersama’,” ujar Ridwan, Koordinator Madani di Kabupaten Tasikmalaya.

Setelah AKSARA lahir, sebagai sebuah simpul belajar, Madani akan menguatkannya, paling tidak untuk sekitar tiga tahun ke depan. Pada prosesnya, Madani bermitra dengan Pergerakan Relawan Kemanusiaan dan Lingkungan Indonesia (PRKI).

“Di antara penguatannya, nanti kita akan menyediakan para ahli dari berbagai bidang. Dari mereka kita akan belajar bersama, sehingga bisa melangsungkan aksi bersama, dalam arti berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi daerah Kabupaten Tadikmalaya,” sambung Ridwan.

Di pihak lain, Ketua PRKI, Luthfi Hizba Rusydia begitu mensyukuri atas terbentuknya AKSARA. Ia berharap dan berkomitmen bahwa AKSARA terbentuk bukan sebatas seremonial. AKSARA bisa bergerak dan bermanfaat dalam jangka waktu yang lama.

“Karena hal-hal yang sebatas seremonial itu pada akhirnya tidak akan berkelanjutan. Justru ke depan kami ingin membuat terobosan di mana kita akan mengawal isu-isu sosial, kesehatan, dan kemanusiaan,” terang Luthfi.

Harapan lebih besarnya lagi, sambung Luthfi, AKSARA ingin memberi masukan terhadap pembangunan atau perencanaan daerah, khususnya di bidang kesehatan. Bahkan akan berupaya mendorong hingga mengawal sampai ke pembentukan Raperda.

“AKSARA juga sudah membuat kesepakatan dan regulasi bersama. Salah satu yang krusial adalah tidak akan berafiliasi dengan partai politik mana pun. Saya yakin, regulasi ini akan menjadi kekuatan penyeimbang untuk Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,” Luthfi menandaskan.

Komentar

Jangan Lewatkan