oleh

Bermula dari Pembentukan Poskor Tanggap Darurat Bencana

KAPOL.ID—Lebih dari 1000 jiwa warga Tasikmalaya selatan berduka. Curah hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (12/10/2020) menyebabkan longsor dan banjir, hampir di semua kecamatan: Parungponteng, Bojongasih, Tanjungjaya, Salopa, Sodonghilir, Bantarkalong, Sukaraja, Karangnunggal, Gunungtanjung, Cibalong, Jatiwaras, Cipatujah, dan lainnya.

Banyak warga dan Ormas tergerak. Termasuk Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan LazisMu Kabupaten Tasikmalaya. MDMC dan LazisMu segera menentukan sikap: beraksi dengan ikhtiar yang cepat, tepat, dan akurat; mulai dengan metode hingga sasarannya.

Selang sehari hari pascabencana Tasikmalaya selatan, Selasa (13/10/2020), MDMC menggelar rapat, di Kantor PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya; Kalawagar, Singaparna. Ketua MDMC Kabupaten Tasikmalaya, Pepi Perdiansya memimpin rapat. Sementara Wakil Ketua PD Muhammadiyah, Nunur Nuryaman memberi arahan dan dukungan.

Rapat itu sendiri digelar untuk pembentukan pos koordinasi (Poskor) tanggap darurat bencana Tasikmalaya selatan. Setelah menimbang berbagai hal dan kemungkinan, Poskor pun terbentuk. Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Muh. Ihsan Abdussami mengemban amanah sebagai Ketua Poskor.

“Penyelamatan penyintas bencana alam perlu disegerakan,” demikian Ihsan menegaskan. “Sehingga Poskor mesti menyusun rencana. Kami pun memutusankan untuk melakukan pemetaan lokasi bencana, lengkap dengan jumlah penyintasnya,” sambungnya.

Pada malam itu juga Poskor MDMC dan LazisMu menghimpun informasi secara massif. Paling tidak ada tiga metode yang ditempuh: mengakses pemberitaan di setiap media, menelaah situation report (sitrep) milik BPBD, hingga mengontak langsung semua relasi yang ada di lokasi.

“Langkah awal ini penting, supaya dalam menentukan aksi, kami ingin akurat,” tambahnya.

Rabu (14/10/2020) pagi, Poskor kembali menggelar rapat. Ihsan mengaku bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi yang cukup lengkap, dari sumbernya terpercaya. Antara lain bahwa di beberapa titik, banjir telah surut. Masyarakat juga sudah beraktivitas normal. Tinggal bencana tanah longsor yang masih tersisa: jalan amblas dan longsoran tebing yang menutup bahu jalan. Beberapa pekampungan terisolir.

[Tunggu Sambungannya]

Komentar

Jangan Lewatkan