oleh

Boy dan Kampung Nusantara

Oleh Kelik NW

Namanya Ai Nurhidayat. Biasa dipanggil Boy. Alumni pesantren Darussalam Ciamis. Saya dan Kang Duddy mengenalnya saat ia mengikuti pesantren media angkatan pertama. Pesantren yang diikuti oleh pelajar SMA sepriangan timur.

Ia kuliah Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina dengan beasiswa. Saat kuliah ia berinisiatif mengumpulkan pelajar yang minat dengan jurnalistik dalam sebuah wadah “Baju Kopral”, Barudak Jurnalistik Koran Priangan Lho. Putra Parigi ini pun mendirikan komunitas belajar Sabalad. Ia pandai mengorganisir. Ia meyakinkan pelajar saat itu untuk aktif berorganisasi dan berkolaborasi dengan berbagai komunitas. Ia pun aktif dalam berbagai kegiatan anak muda di Priangan Timur.

Komunitas Sabalad dan Baju Kopral, kelompok anak muda pegiat literasi di Priangan Timur yang diasuh oleh Kang Duddy. Ada banyak lagi komunitas literasi yang tak lepas dari sentuhan tangan dingin Kang Duddy. Hingga kini komunitas-komunitas itu tetap berdiri bahkan ada yang telah menasional.

Selepas kuliah, ia mendirikan SMK Bakti Karya. SMK dengan pelajar dari seluruh provinsi se Indonesia. Sekarang memasuki tahun kelima. Telah ada yang lulus dan menjadi duta kemajemukan di daerah asalnya. Banyak juga yang melanjutkan kuliah di berbagai kampus di negeri ini.

Para pelajar lintas daerah, suku, bahasa dan agama ini tinggal bersama masyarakat. Tidak terkumpul dalam asrama. Tujuannya, agar mereka mampu bersosialisasi dengan beragam orang dari berbagai latar belakang. Mereka belajar solidaritas, menghargai perbedaan, bersaudara dalam kemajemukan.

Di saat banyak pihak mengaku paling Indonesia tapi mengkhianati keindonesiaan dengan enggan menerima kenyataan bahwa Indonesia itu bangsa majemuk, Boy mengingatkan kita, hal itu tidak berlaku bagi anak muda. Anak muda Indonesia cinta perdamaian. Anak Indonesia tak senang pertikaian. Anak Indonesia gandrung akan persatuan. Tidak bisa dipungkiri Indonesia itu lahir dari perbedaan. Tapi bukan untuk dibeda-bedakan.

Bangsa ini membutuhkan anak muda seperti Boy. Anak muda solutif. Tak terpengaruh pusaran pertikaian. Bekerja dengan semangat anak muda. Bekerja tanpa beban. Bekerja untuk menyelesaikan masalah. Temui Boy di Kampung Nusantara.

Komentar