Connect with us

PARLEMENTARIA

Bukan Ideologi Pancasila, Tapi Nafsu Petinggi Yang Harus Berubah

|

Poster berisi tanggapan terhadap RUU HIP saat aksi umat islam di Kota Tasikmalaya, Jumat (26/6/2020).*

KAPOL.ID –
Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) masih menjadi perbincangan di Tanah Air.

Setelah ribuan umat muslim baik ormas Islam hingga organisasi kepemudaan, Se-Tasikmalaya turun ke jalan, Jumat (26/6/2020).

Pasalnya dinilai tidak tepat di tengah masa pandemi, sebab bukanlah menjadi urgensi untuk dibahas saat ini.

Spontan hal itu membuat tanya masyarakat termasuk di Kota Tasikmalaya.

Dewi seorang warga turut menanyakan akan Pengambilan Keputusan atas Penyusunan RUU HIP pada 22 April 2020. RUU yang diusulkan oleh DPR RI dan disebut telah ditetapkan dalam Prolegnas RUU Prioritas 2020.

“Apa itu penting, Ideologi Pancasila dirubah,” tanya wanita paruh baya asal Kota Tasikmalaya, selepas ribuan umat islam Se-Tasikmalaya membubarkan diri dari aksinya.

Poin-poin khusus atau sila dalam simbol negeri kita pancasila itu sudah lebih dari cukup. Seharusnya, kata dia, sikap para petinggi saat ini yang harus dibenahi.

“Ahlaknya para pemimpinlah yang harus dirobah, jangan kekuasan dan tahta saja yang dikejar, moral pun kita harus diperhitungkan.”

“Pancasila apa sudah berjalan?, saya menilai kini sudah sedikit yang menjalankannya. Apa itu sudah lupa akan satu per satu dari makna dan poin pancasila,” tandasnya.

Ungkapan tak jauh berbeda juga datang dari kalangan pemuda. Upaya DPR RI yang ingin mengubah simbol negara tak penting.

“Otak dan pemikiran pemimpinlah yang seharusnya dirobah jangan dibuat keliru terus,” ungkap Didi seorang pemuda asal Kabupaten Tasikmalaya.

“Bukan pancasila yang harus dirubah, tapi nafsu para petinggilah yang seharusnya dipermak mah, jangan pancasila,” katanya.***

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *