Gus Nur Rohman: Santri Milenial, Semangat Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan

  • Bagikan

KAPOL.ID – Gus Nur Rohman, President Direktur santri Milenial/Simac Centre beserta kordinator jaringan Gus Iwan pusat Her Suherman yang juga sebagai ketua Asosiasi Badan Usaha Milik Pesantren Indonesia (ASBUMPI) berkunjung ke Yayasan Incu Buyut Jatinangor (Ibu Djati), Senin 22 Nopember 2021.

Dalam kunjungannya disambut langsung Ketua Dewan Pembina Ibu Djati, Asep Riyadi dan Dadang Mulyadi serta anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Herman Habibbullah (PKB) dan Asep Sumarna (PAN).

Gus Nur Rohman mengatakan, kalau santri milenial selalu mendorong semua pihak terutama masyarakat.

Bahkan, semangat menjaga lingkungan dan menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

“Sebagai masyarakat bawah kita harus bersinergi dan kolaborasi membangun bangsa dan negara yang kita cintai, jangan menunggu yang lain kita harus terus bergerak dan kedepan harus lebih baik,” ucapnya.

Menurutnya, Indonesia lebih dari 270 juta masyarakatnya tergolong masyarakat santri.

Dan, harus jadi contoh kepada dunia bahwa membangun dunia itu harus ala santri tidak dengan emosi atau pun napsu.

Tapi, bagaimana menjaga yang diamanatkan Tuhan kepada kita.

“Kita selalu punya jargon yakni para leluhur kita orang tua kita sudah menanam dan hari ini kita menikmati hasilnya, dan itu sekarang harus menjadi tugas kita menanam supaya anak cucu kita nanti menikmati hasilnya,” tambahnya.

Gus Nur Rohman pun menggelorakan semangat untuk selalu maju apalagi disisi pertumbuhan ekonomi.

“UMKM kita harus tumbuh berkembang tidak hanya konteks domestik saja tapi harus bisa mewarnai dalam kontek dunia atau Internasional dan negara kita harus jadi contoh,” ujar dia.

Maka, Pak Wapres selalu menyampaikan selalu ada arus baru ekonomi Indonesia.

Salah satunya, dipelopori oleh pesantren, yang harapannya akan dibangun pengusaha- pengusaha baru yang tumbuh dan dilahirkan dari para santri.

Karena, selain mendidik umat dan lingkungan tapi juga memberdayakan ekonomi umat.

Sementara itu, menurut Herman Habibullah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan, cukup prospektif bagi pesantren karena memang hari ini pemerintah sudah membuat regulasi untuk melundungi kegiatan santri pada umumnya karena Presiden telah menekan Perpres tentang dana pesantren.

“Termasuk di Sumedang, sudah mulai pembahasan Perda Pesantren dan itu bagian regulasi yang tengah kami buat untuk bersama-sama menegaskan bahwa peran santri kedepan bukan hanya dalam pendidikan dan dakwah tetapi pemberdayaan,” ucapnya.

Terlebih dari pemberdayaan kedepan, santri-santri harus mampu menjadi pengusaha-pengusaha handal.

“Semoga dengan hadirnya Gerakan Santri Usahawan (GUS IWAN) menjadi bagian penting yang akan kita dorong di Kabupaten Sumedang,” ujarnya. ***

  • Bagikan