OPINI

Jabar 2045, Mewujudkan Perekonomian Setara Negara Maju

×

Jabar 2045, Mewujudkan Perekonomian Setara Negara Maju

Sebarkan artikel ini
R. Yunandar Rukhiadi Eka Perwira ST

Oleh: R. Yunandar Rukhiadi Eka Perwira ST (Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Fraksi PDI Perjuangan)

MENUJU Indonesia Emas, Jawa Barat memiliki visi pembangunan ekonomi 2045 yakni Mewujudkan Perekonomian Setara Negara Maju melalui Pembangunan Industri Berorientasi Pasar dan Berbasis Potensi Rakyat Jawa Barat.

Pembangunan tersebut dimulai dari menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang cakap, berkualitas serta berdaya saing.

Kemudian mengirim diaspora ke negara-negara yang telah maju perekonomian maupun peradabannya.

Guna mencapai visi itu, pembangunan industri rakyat harus tetap dilakukan.

Industri berbasis pasar harus menjadi fokus mengingat potensi ini sangat besar yang bisa membuat Jawa Barat menjadi provinsi industri kreatif.

Penyelesaian masalah stunting dan peningkatan kualitas IQ merupakan langkah-langkah dalam pembangunan sumber daya manusia.

Tak hanya itu, membentuk etos kerja tinggi dan mental juga menjadi bagian agar masyarakat terbiasa dalam pergaulan global.

Penguasaan teknologi canggih juga wajib mengingat peradaban dunia yang semakin berkembang.

Memiliki karakter berdaya saing tinggi juga harus ada ditengah persaingan global yang semakin tinggi saat ini.

Membangun jiwa kewirausahaan khususnya di generasi muda menjadi sebuah keniscayaan di masa sekarang ini.

Dengan besarnya angkatan kerja yang belum sebanding dengan lapangan kerja, anak-anak muda dituntut menjadi wirausahawan agar membuka lapangan kerja sekaligus menumbuhkan perekonomian di daerahnya masing-masing.

Penanaman nilai agama dan budaya juga penting agar masyarakat tetap memiliki etika serta adab dalam bersosialisasi baik di level nasional maupun internasional.

Pengiriman diaspora ke negara maju harus dimulai dengan kurikulum di SMA/SMK yang berbasis internasional.

Hal ini penting mengingat perbedaan yang cukup signifikan antara pendidikan nasional dengan sistem yang dianut negara-negara maju.

Bila kurikulum internasional ini bisa diaplikasikan di Indonesia, langkah selanjutnya adalah mengirim para siswa itu untuk magang di perusahaan-perusahaan luar negeri.

Jika langkah ini berhasil, perusahaan-perusahaan tersebut tak akan segan mengambil warga Jawa Barat pada khususnya menjadi pegawai mereka. Ini bisa berdampak positif kepada Indonesia termasuk Jawa Barat.

Sedangkan untuk membangun industri rakyat, harus dimulai dengan membentuk klaster industri kecil menengah (IKM).

Setelahnya membangun industri dari hulu ke hilir (bahan baku – barang
konsumsi), penyediaan modal berbunga rendah, menfasilitasi desain industri dan kekayaan intelektual, data pasar, serta branding.

Fokus industri berbasis pasar-potensi yakni Industri Kreatif, Industri Olahraga, Industri Pariwisata, Industri Kesehatan, Industri Pertahanan, Industri Kelautan, film, fesyen, desain produk, desain komunikasi visual, games.

Disisi lain, Jawa Barat harus menjadi pusat perfilman di kawasan Asia Tenggara.

Dalam artian, produksi film baik nasional maupun kawasan harus dilakukan di wilayah ini. Banyak lokasi di Jawa Barat yang berpotensi menjadi set sebuah film maupun series.

Tak hanya film, Jawa Barat pun harus menjadi pusat pengembangan industri games nasional, memunculkan perusahaan fesyen berkelas internasional, mencapai 100.000 desain produk industri per tahun.

Menyelenggarakan even pertunjukan seni budaya bertaraf internasional serta memiliki museum dan galeri industri kreatif dengan level dunia bisa menjadikan Jawa Barat menjadi provinsi industri kreatif di Tanah Air. ***