KANAL  

Kades Sindang Prabu Minta Pemkab Garut Perbaiki Jembatan Cimalaka

Puluhan Tahun Dibiarkan dan Sering Memakan Korban

KAPOL.ID – Kepala Desa Sindang Prabu Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Asep Suryana, berharap, Pemkab Garut bisa segera memperbaiki keberadaan Jembatan Cimalaka yang selama puluhan tahun dibiarkan rusak.

Jika musim hujan, seringkali menimbulkan korban, bahkan pernah memakan korban jiwa.

Memang lanjut Asep, jika dimusim kemarau, jembatan sepanjangr 10 M yang menghubungkan masyarakat dari tiga desa, yaitu Desa Sindangprabu, Desa Sindangratu dan Desa Sindangmekar keberadaannya normal-normal saja, tapi saat musim hujan terutama turun hujan lebat maka jembatan yang berada diwilayahnya tidak bisa dilalui, karena terendam air deras yang datang dari arah dataran lebih tinggi.

Karena jembatan tersebut merupakan akses perekonomian yang biasa dilewati masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian.

Dikatakan Asep, pernah beberapa kali masyarakat yang mengankut hasil tani memaksakan diri melewati jembatan tersebut saat musim hujan.
Akibatnya, kendaraan pun terjatuh ke dasar sungai setinggi 10 M, dan seluruh hasil tani hanyut terbawa arus deras.
Tidak hanya korban harta benda, koban jiwa pun pernah dialami salah seorang warga setempat yang memaksakan diri melewati jembatan tersebut dimusim hujan. Akibat derasnya air yang mengalir dari hulu sungai melintasi jalan diatas jembatan, maka korban pun hanyut terbawa arus deras dan mayatnya ditemukan seminggu setalah kejadian di kali Cimanuk Kawasan Sasak Beusi antara Leuwigoong dan Cibatu Kabupaten Garut.
Memang, berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, keberadaan Jembatan Cimalaka ini dibuat berbeda dengan lajimnya sejumlah jembatan lain, karena jalur airnya hanya berupa lubang (hong) berdiameter sangat kecil dan tidak seimbang dengan lebar sungai.
Saat terjadi letusan Gunung Galunggung dahulu kata Asep, ada batu dan pasir yang masuk ke lubang aliran sungai tersebut, sehingga mengakibatkan aliran sungai tersumbat.
“Dulu pun pernah beberapa kali warga berupaya menyingkirkan batu tersebut menggunakan peralatan seadanya, tapi tidak berhasil. Karenanya pihak desa pun telah beberapa kali mengajukan proposal permohonan kepada Pemkab Garut, termasuk beberapa kali pada setiap tahun dibahas dalam Musrenbang di tingkat kecamatan. Begitu pun petugas PUPR pernah datang untuk melakukan survey, tapi realisasinya hingga kini belum ada,” tutur Asep.
Akibat selama puluhan tahun dibiarkan, akirnya sungai yang berada didataran atasnya pun kini nyaris tidak kelihatan karena tertutup tanah dan hampir rata dengan dataran area kebun dipinggirannya. Pantas, jika hujan turun, maka aliran air sungai tersebut menjadi sangat deras dan melewati jalan di sepanjang jembatan.
Agar jembatan dan sungai tersebut bisa segera berpungsi kembali untuk kepentingan arus lalulitas perekonomian masyarakat di tiga desa, serta juga menghindari terjadinya kembali korban jiwa.

Maka Asep pun memohon kepada Bupati Garut agar segera memperbaiki keberadaan Jembatan Cimalaka serta mengeruk tanah yang menutup aliran sungai di bagian hulunya. ***