Kang Uu: Jembatan Batman Solusi Untuk Persoalan Cirahong

  • Bagikan
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum meninjau situasi Jembatan Cirahong yang tidak bisa diakses oleh kendaraan roda empat.

KAPOL.ID–Kendaraan roda empat tidak bisa melintasi Jembatan Cirahong, perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis. Hanya kendaraan beroda dua dan pejalan kaki yang bisa mengaksesnya.

Ketentuan tersebut berdasarkan keputusan rapat bersama PT KAI Daop 2 Bandung, Dirjenka, BTP Jawa Bagian Barat, Dishub Provinsi Jawa Barat, Dishub Kabupaten Tasikmalaya, Dishub Kabupaten Ciamis, Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya, Dinas PUPR Kabupaten Ciamis dan pihak terkait.

Karena keputusan sudah diambil, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mendorong agar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis segera memikirkan pembangunan jembatan alternatif. Dirinya mengaku bahkan sempat merancang pembangunan jembatan tersebut, saat masih menjabat Bupati Tasikmalaya.

“Bersama Bupati Ciamis, Pak Iing Syam Arifin kami hampir memproses sebuah jembatan alternatif, yakni jembatan Batman. Yaitu jembatan Benteng-Manonjaya. Kelurahan Benteng di Kabupaten Ciamis, Kecamatan Manonjaya di Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Uu.

Pada prinsipnya Kang Uu memahami, bahkan masyarakat juga sama harus memahaminya. Karena Jembatan Cirahong sudah tua dan rentan ambruk, sementara fungsinya sangat vital. Konektivitas dan penyeberangan tidak bisa terhenti.

Karena itulah jembatan Batman nantinya bisa menjadi solusi. Sebab tanpa jembatan penghubung, masyarakat perbatasan dipaksa memutar ke Kota Tasikmalaya, dan itu jaraknya sangat jauh sehingga membutuhkan waktu lebih lama.

“Sebenarnya pembangunan Jembatan Batman itu dulu pun sudah ada progres, sudah ada penlok, atau penetapan lokasi dan lainnya, tetapi sempat terhenti karena perpindahan atau habisnya masa jabatan di antara kami,” lanjut Uu.

Karena itu Kang Uu berharap masing-masing kepala daerah kedua kabupaten dapat kembali memperjuangkan kembali pembangunan jembatan Batman. Bahkan Kang Uu meminta dan Pemerintah Pusat dan Provinsi agar ikut mendorong memperjuangkan dan merekomendasikannya.

Faktor lain menjadi pertimbangan Kang Uu. Antara lain lanskap alam yang indah dan pemandangan Bendungan Leuwikeris yang dapat menjadi daya tarik tersendiri sebagai potensi ekonomi masyarakat di sektor wisata. Bisa saja ke depan ada zona peristirahatan di Tasikmalaya dan Ciamis.

“Kalau jembatan Batman dibangun, ada pemandangan tersendiri dan keindahan sendiri saat melihat bendungan Leuwikeris. Jadi bisa ada beberapa fungsi. Pertama konektivitas dan kedua bisa dijadikan wisata. Makanya harus dibangun seindah mungkin,” lanjutnya.

Saat daerah wisata lahir, dengan sendirinya perekonomian tumbuh. Masyarakat sekitar dapat menambah penghasilan dari pengunjung. Karena di sana akan ada warung, tukang parkir, rumah makan, dan lainnya.

Eulis, salah seorang warga Kecamatan Manonjaya mengaku keberatan dengan ditutupnya jembatan Cirahong untuk kendaraan roda empat. Karena dirinya harus ke Kota Tasikmalaya hulu sebelum ke Kabupaten Ciamis.

“Ke Kabupaten Ciamis jadi jauh, pokoknya merasa rugi karena akses menjadi jauh. Kegiatan perekonomian juga seperti para pedagang dari kabupaten Ciamis yang biasa berjualan ke Manonjaya ataupun sebaliknya, menjadi merasa kesulitan,” ujarnya.

  • Bagikan