Kejar Target Herd Immunity, Kecepatan Garut Harus Capai 20.000/Hari

  • Bagikan
Asda Bidang Pemerintahan Provinsi Jabar, Dewi Sartika Selasa (21/9/2021), secara resmi menutup Pelaksanaan Vaksinasi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) yang telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan di Gedung Pendopo Kabupaten Garut.

KAPOL.ID – Agar bisa tercapai herd immunity di 31 Desember, Kecepatan Kabupaten Garut harus bisa mencapai 20.000/hari. Sementara sampai saat ini kecepatan Kabupaten Garut baru bisa mencapai 9.400/hari.

Pernyataan tersebut disampaikan Asda Bidang Pemerintahan Provinsi Jabar, Dewi Sartika Selasa (21/9/2021), saat menutup pelaksanaan Vaksinasi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) yang telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan di Gedung Pendopo Kabupaten Garut.

Dewi pun menjelaskan, hingga kini Kabupaten Garut masih menyisakan sebanyak 1,55 juta, karena kecepatan Kabupaten Garut baru mencapai 9.400/hari maka untuk mengejar hard immunity sapai 31 Desember yang kalau dihitung waktu epektifnya hanya 5 hari/minggu dalam tiga bulan

Maka lanjut ia, agar bisa terkejar target Kabupaten Garut harus bisa menggandakan dari 9.400/hari menjadi 20.000/hari.

“Karena alasan itulah, kami titip kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Garut untuk bisa melakukan percepatan melalui upaya meningkatkan berbagai pasilitas dan mentargetkan seluruh Puskesmas bisa melakukan vaksinasi minimal sebanyak 650/hari, ditambah sejumlah rumah sakit dan berbagai lembaga lainnya agar per 31 Desember target kita bisa tercapai,” tuturnya.

Pemprov Jabar pun lanjut Dewi, akan terus melakukan upaya, khususnya untuk percepatan atau pun untuk kesejahteraan dalam peningkatan derajat kesehatan. Sementara pelaksanaan vaksinasi pun harus tetap diselaraskan dengan penerapan Prokes (Protokol Kesehatan).

Pada Penutupan yang dihadiri Bupati Garut, Rudy Gunawan beserta Forkopimda Kabupaten Garut serta Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat Jabar, Atalia Praratya, Dewi pun menerangkan bahwa vaksin pertama itu pungsinya untuk lebih memperkenalkan imunitas, sementara pada vaksin kedua fungsinya untuk meningkatkan efitasi sekaligus meningkatkan kekebalan.

“Jadi masyarakat di Jawa Barat terutama di Garut harus mengetahui, bahwa pada vaksin pertama itu belum secara protektif bisa melindungi. Nah divaksin kedua inilah efitasi ditingkatkan, kemudian juga situasi untuk kekebalan ditingkatkan,” terangnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Garut, Rudy Gunawan berterimakasih kepada BPBD Jawa Barat yang telah menyelenggarakan Sentra Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Garut demi mempercepat herd immunity di masyarakat.

Menurutnya, sentra vaksinasi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Gubernur Jabar melalui BPBD kepada masyarakat Garut.

Rudy pun mengatakan, bahwa degan ditutupnya pelaksanaan sentra vaksinasi bukan berarti menandakan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten sudah berakhir.

Karena kalau melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar pelaksanaan vaksinasi pun akan dilanjutkan oleh Pemkab Garut yang berkolaborasi bersama TNI/Polri.

Rudi bahkan menyebutkan kalau Pemkab Garut telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 Miliar dari APBD Garut.

“Jadi kami sudah menyiapkan Rp 1,2 Milyar dari APBD Garut, supaya ini tetap dilangsungkan untuk kepentingan masyarakat Garut, dan petugasnya kami sudah siapkan pula dari TNI / Polri, kita melakukan sinergitas,” tuturnya.

Rudy pun mengatakan, kebutuhan vaksin di Kabupaten Garut saat ini sebanyak 3,4 juta vaksin lagi, sementara katanya, Pemkab Garut saat ini baru menerima 600 ribu vaksin.

“Asumsi ini berdasarkan jumlah warga Garut 2,7 juta jiwa dan wajib vaksin dua juta dikalikan dua yaitu 4 juta vaksin, padahal saya sudah sampaikan melalui zoom ke Bapak Presiden, vaksinator di Kabupaten Garut dalam keadaan menganggur, kita ingin Jawa Barat ini herd immunity cepat, ekonomi pulih, anak – anak bisa belajar tatap muka tanpa ada hambatan,” tegasnya.***

  • Bagikan