Panasbumi Galunggung Memiliki Cadangan 160 MW Akan Dikembangkan Tahun 2024

57

KAPOL.ID – Panasbumi Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, yang menyimpan cadangan terduga sebesar 160 MW, dilelang. Pihak Kementerian ESDM mengatakan, lelang WKP Galunggung digelar Juli 2019 bersama tiga WKP lainnya, yakni Sembalun di Nusa Tenggara Barat (NTB), Telaga Ranu di Maluku Utara, dan Gunung Wilis di Jawa Timur.

Kelebihan WKP Galunggung, lokasinya sangat mudah dijangkau oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Pesatnya pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya, membuat infrastruktur jalan di kabupaten itu kini relatif bagus, terlebih Galunggung yang merupakan gunung berapi masih aktif ini menjadi salah satu objek wisata unggulan daerah setempat.

Sementara itu lapangan panasbumi Galunggung, wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Dengan demikian, jika WKP ini jadi dimanfaatkan, maka ketiga daerah tersebut kembali akan mendapat tambahan pendapatan dari pengelolaan energi bersih.
Diketahui, selama ini Garut sudah mendapatkan pendapatan dari PLTP Kamojang, Darajat dan Karaha, sementara Kabupaten dan Kota Tasikmalaya mendapatkan pendapatan dari PLTP Karaha. Pendapatan tersebut, baik berupa bonus produksi, dana perimbangan, maupun anggaran yang disalurkan langsung ke masyarakat dalam bentuk CSR.

Siapa investor WKP Galunggung? Yang jelas bukan BUMN. Seperti dituturkan Direktur Panas Bumi, Kementerian SDM, Ida Nuryatin Finahari, WKP Galunggung, Sembalun, Telaga Ranu, dan Gunung Wilis akan dilelang ke pihak swasta.

“Keempat WKP itu akan dilelang ke pihak swasta,” ujar Ida pada tempo lalu.

Rencananya, dari cadangan terduga 160 MW, panasbumi Galunggung akan dikembangkan 110 MW dan ditargetkan COD pada tahun 2024. (es)

Diskusikan di Facebook