Perubahan Rencana Tapak Cigatas (Boleh Jadi) Diilhami Jembatan Cirahong

  • Bagikan
GFJ Bley op de onderliggende van een verkeersbrug op het spoorbrug traject Tasikmalaja – Bandjar Tahun : 1925-1933, Karya : G.F.J (Georg Friedrich Johannes) Bley, Sumber : tidak diketahui, Koleksi : Tropenmuseum [nextplanner.wordpress.com]

PERUBAHAN rencana pada tahap detil bukan perkara muskil. Biasa saja. Ketika rencana tapak Tol Cigatas berubah, sama sekali tidak aneh. Ada yang lebih radikal. Pembangunan jembatan Cirahong pada tahun 1893 sama sekali tidak direncanakan.

Rencana utama jalur kereta api yang dibangun Pemerintah Belanda itu tidak melewati kawasan kota Ciamis. Jalur yang dirancang, langsung ke daerah Cimaragas, selatan Citanduy. Kemudian masuk ke Kota Banjar, lalu diteruskan ke Pangandaran dan Cilacap Jawa Tengah.

Ketika itu para insinyur sudah menghitung, bila melewati perkotaan Ciamis, biayanya sangat besar, karena harus membangun dua jembatan di atas sungai Citanduy.

Rupanya RAA. Kusumadiningrat atau Kanjeng Perbu mengetahui rencana pembangunan jalan kereta api itu. Walaupun sudah pensiun menjabat Bupati Galuh, Kanjeng Perbu melobi Pemerintah Belanda, agar jalur rel kereta api melintasi pusat Ciamis, dengan cara membangun jembatan.

Ikhtiarnya berjalan mulus. Singkat cerita, dibangunlah jembatan Cirahong. Padahal sebelumnya sama sekali tidak ada dalam rencana induk. Kanjeng Perbu meretasnya.

Manfaatnya dirasakan sampai kini. Di atasnya jalur kereta. Di lorong bawah orang dan kendaraan lalu-lalang. Jalur pintas perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis.

Transportasi kereta api, sejak zaman kolonial, tidak hanya untuk angkutan massal, namun digunakan pula untuk mengangkut hasil bumi dari Priangan, seperti kapas, kopi, kapol,dan lainnya ke Batavia.

Sawa’s Onder het een spoorbrug op traject Tasikmalaja – Bandjar, Tahun : 1925-1933, Karya : G.F.J (Georg Friedrich Johannes) Bley, Sumber : tidak diketahui, Koleksi : Tropenmuseum [nextplanner.wordpress.com]Apalagi pada zamannya, tumbuh perkebunan baru di daerah Galuh, di antaranya Lemahneundeut dan Bangkelung.

Semula rencana induk Tol Cigatas melintas Malangbong–Ciawi. Kemudian bergeser melewati Majalaya–Cilawu Garut–Singaparna. Semoga menjadi pertanda bagus.

 

  • Bagikan