KANAL  

Seorang Anak Meninggal Usai Vaksin Dua Hari Sebelumnya

KAPOL.ID –
Seorang siswa SD Del (10) warga Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya meninggal dunia, Senin (18/1/2022) sore.

Setelah sebelumnya pada Sabtu (16/1/2022) menerima vaksin pertama covid-19 usia 6-11 tahun.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Uus Supangat membenarkan serta memaparkan kondisi yang bersangkutan.

“Pada awalnya diduga KIPI murni (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi). Lalu saya berbicara dengan dokter penanggungjawab saat ditangani di RSUD dan Ketua KIPI,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kata dia, ternyata ada penyakit lain yang mendasari penyebab meninggalnya anak tersebut.

Yakni saat divaksinasi sedang mengalami serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) masa inkubasi.

“Hasil NS1 yang positif, penanda bahwa anak tersebut terinfeksi DBD. Fatalitas itu belum bisa dipastikan karena imunasi,” ujarnya.

Hasil laboratorium anak, jelas Uus, menunjukan terdapat kegagalan akut pada organ hati. Terlihat dari SGOT dan SGPT-nya sangat tinggi.

“Sudah terjadi kegagalan akut pada liver ditambah encelopati yang menyebabkan fatalitasnya (kematiannya),” tuturnya.

Ia menegaskan, meskipun secara kebetulan usai vaksin dua hari sebelumnya namun perlu dipahami pula ada penyakit lain yang menyebabkan kematian.

“Supaya bisa dipahami oleh masyarakat jangan sampai ada pemahaman karena setelah mendapat vaksin.”

“Dari tanda-tanda laboratorium serta hasil pemeriksaan medis yang dilakukan, sudah didahului oleh penyakit yang dideritanya yakni demam berdarah,” ungkapnya. ***