Tingkat Keterisian RS Pasien Covid-19 di Kota Tasik Hampir 100 Persen

  • Bagikan

KAPOL.ID –
Tingkat keterisian ruang isolasi rumah sakit di Kota Tasikmalaya hampir 100 persen.

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah (KPCPED) Kota Tasikmalaya langsung mengevaluasi skenario untuk menekan kasus aktif baru.

“Per hari ini kita masih di zona risiko oranye. Kasus aktif 712 orang, kita memang mepet-mepet ke zona merah.”

“Fasilitas isolasi di beberapa rumah sakit juga nyaris penuh, makanya kita siapkan langkah-langkah agar tidak ke zona merah,” ucap Plt. Wali Kota Tasikmalaya, H. M. Yusuf seusai rapat di Balai Kota, Jumat (18/6/2021).

Beberapa skenario juga sudah dibicarakan bersama TNI-Polri untuk menekan kasus positif.

Mulai dari skema penutupan jalur HZ Mustofa, untuk mengurangi kerumunan diiringi dengan rekayasa lalulintas.

“Kita berharap secepatnya, setidaknya malam minggu ini sudah dimulai. Penutupan di jam-jam rawan keramaian saja.”

“Tapi pembatasan aktivitas masyarakat tetap jam 21.00, kita tetap memberikan ruang untuk pemulihan ekonomi,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Uus Supangat mengatakan khusus RS Purbaratu dan Dewi Sartika tingkat keterisian tempat tidur sudah 100 persen.

Sementara RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan beberapa rumah sakit swasta masih tersedia.

“Kalau dipresentase kan sudah melebihi 80 persen. Makanya kita upayakan jangan sampai kasus bertambah terus. Kasus aktif kita per hari ini 712 orang.”

“Adapun kenaikan kemarin hingga hampir 200 orang, sekitar 100 diantaranya uji sampel yang dikirim ke Labkesda Jabar,” ucapnya. ***

  • Bagikan