Use, OB Sekolah Jadi Tersangka Pesta Miras di Cigalontang

  • Bagikan
Use mesti mempertanggungjawabkan perbuatannya karena sudah memasok alkohol untuk pesta miras. (Foto: kapol.id/Adji Shg)

KAPOL.ID–Pesta miras yang dilakukan oleh tujuh orang anak muda di Kampung Cibangun, Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya memasuki babak baru.

Satreskrim Polres Tasikmalaya yang menangani kasus tersebut menetapkan satu orang tersangka.

“Dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan anggota kami, dari peristiwa pesta miras yang menyebabkan korban jiwa tersebut, kami menetapkan satu orang tersangka berinisial UT alias Use,” terang Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono dalam siaran persnya, Rabu (16/10/2021).

Baca Juga: Pesta Miras Oplosan di Cigalontang, 4 Orang Tewas

Tersangka merupakan warga Cibangun. Ia berprofesi sebagai office boy (OB) di sebuah sekolah SMA di Jakarta. Petugas kepolisian menangkap Use di rumah kontrakanya di Jakarta.

Saat disergap petugas, pelaku sempat melarikan diri. Sehingga sempat terjadi kejar-kejaran, namun tak berlangsung lama pelaku berhasil dibekuk dan dibawa ke Mapolres Tasikmalaya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, Kapolres mengatakan, awalnya Use memesan motor dari Erwin–salah satu korban yang meninggal dunia. Motor tersebut katanya mau dibeli.

Baca Juga: Korban Pesta Miras Oplosan di Cigalontang Bertambah, Satu Orang Menyusul Tewas

“Setelah mendapatkan motor, lalu Erwin yang meninggal meminta komisi kepada pelaku. Karena pelaku tidak ada uang lagi, maka pelaku mengambil dua botol alkohol di dalam laboratorium sekolah tempatnya bekerja,” kata Kapolres.

Selanjutnya dua botol alkohol tersebut dioplos dan dinikmati bersama-sama. Use sendiri ikut menenggaknya. Keesokan harinya, Use berangkat lagi ke Jakarta untuk bekerja.

Barang bukti yang disita petugas di antaranya dua botol bekas alkohol, satu buah gelas, beberapa bekas bungkus obat batuk dan miniman berenergi.

Sementara menurut Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno, akibat pesta miras tersebut sebanyak lima orang meninggal: Dani, Abdul Muhyi, Pipin, Fahmi dan Erwin.

“Mereka meminum alkohol 96 dan 90 persen. Setelah itu meminum obat batuk dan minuman energi,” terang Hario.

  • Bagikan