KAPOL.ID – Pembangunan monumen Soekarno di Lapangan Saparua didukung sedikitnya 50 elemen masyarakat di Jawa Berat, dengar mendatangani Gedung Sate, Bandung, Rabu (2/8/23).
Mereka meminta agar pemerintah daerah provinsi Jawa Barat tetap melaksanakan pembangunan di lahan milik Pemprov Jabar tersebut.
“Pemerintah daerah tetap tidak terpengaruh desakan penolakan pembangunan monumen Soekarno,” kata tokoh Olot Masyarakat Adat, Eka Santosa.
Ia berharap Ridwan Kamil tidak bermain-main dengan pembangunan monumen ini.
“Tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang menolak pembangunan,” kata Eka.
Rencana pembangunan monumen Soekarno ini mengalami kevakuman karena ada pihak yang tidak setuju.
Meski tidak menggunakan APBD Jawa Barat, namun lokasi monumen berada di lahan milik Jawa Barat.
Menurut salah satu inisiator Pembangunan Monumen Soekarno, Budi Hermawan, pihak yang menolak hanya mengada-ada dan tidak masuk akal.
Padahal harus diakui, Soekarno adalah penggali Pancasila, proklamator kemerdekaan Republik Indonesia.
“Ini alasan mengada-ada, karena tidak ada larangan dalam konstitusi untuk membuat monumen,” ujarnya.
Menurut Budi, nilai-nilai perjuangan Bung Karno ini perlu dilestarikan dan pembangunan di Jawa Barat.
Bandung menjadi salah satu tempat perjuangan bung Karno untuk kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kami tidak menerima penghinaan terhadap Soekarno dan Pancasila. Negara harus melakukan tindakan tegas terhadap status kewarganegaraannya,” ujarnya.***






