PENDIDIKAN

651 Wisudawan UNSAP dan STAI Sebelas April Sumedang Ikuti Wisuda ke-43

×

651 Wisudawan UNSAP dan STAI Sebelas April Sumedang Ikuti Wisuda ke-43

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID — Sebanyak 651 wisudawan Universitas Sebelas April (UNSAP) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sebelas April Sumedang mengikuti prosesi Wisuda ke-43 Tahun 2025, bertempat di Gedung Graha Asia Plaza Sumedang, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, bersama jajaran pimpinan UNSAP dan STAI Sebelas April, serta para orang tua wisudawan.

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan pesan inspiratif kepada para wisudawan agar memiliki mental yang kuat dan menjunjung tinggi nilai integritas di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Dunia ini keras, maka kalian harus kuat mental. Jangan pernah menjatuhkan orang lain, jadilah bintang yang terang menerangi tanpa meredupkan sinar orang lain,” ujarnya.

Fajar menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru kehidupan.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada UNSAP dan STAI Sebelas April yang terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berjiwa pengabdian. Saya yakin para alumninya akan berperan strategis dalam mendukung terwujudnya Sumedang Simpati,” kata Fajar.

Lebih lanjut, Fajar berpesan para sarjana yang baru diwisuda dapat mengimplementasikan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan nyata, serta peka terhadap isu-isu sosial, termasuk kesehatan mental generasi muda.

“Kalian harus peduli terhadap isu mental health. Banyak generasi muda yang cerdas tapi rapuh secara mental. Terapkan norma kehidupan yang berlandaskan keadilan, kebaikan, dan rasa syukur,” pesannya.

Ia juga menyinggung pentingnya rasa syukur dan tanggung jawab moral sebagai seorang sarjana.

“Ada sekitar, 18 ribu anak yang ingin kuliah, dan kalian termasuk yang beruntung bisa meraih gelar sarjana. Junjung tinggi ilmu kalian, karena ilmu yang baik adalah ilmu yang berguna bagi orang lain dan manusia yang terbaik adalah manusia yang memberi manfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

Terakhir Fajar mengajak seluruh wisudawan untuk menjadikan ilmu sebagai langkah nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harus ada perbedaan antara sebelum dan sesudah memakai toga. Pola pikir, sikap, dan tindakan harus berubah menjadi lebih baik. Jika hati dan pikiran positif, maka tindakan pun akan membawa keberkahan,” pungkasnya. (Adv)***