OLAHRAGA

Agus Ismail Secara Aklamasi Jadi Ketua Cabor PRSI Kabupaten Garut

×

Agus Ismail Secara Aklamasi Jadi Ketua Cabor PRSI Kabupaten Garut

Sebarkan artikel ini
Ketua PRSI Garut terpilih, Agus Ismail, ST., MT (kanan), Ketua KONI Kabupaten Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng (tengah) dan Sekum PRSI Provinsi Jabar, Vera Ariesta (kiri).

KAPOL.ID – Agus Ismail, ST, MT, atau yang lebih akrab dipanggil Agis, akhirnya secara aklamasi ditetapkan sebagai ketua Cabor (Cabang Olahraga) PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) Kabupaten Garut, setelah dalam musyawarah yang digelar Senin (29/8/2022) malam, di Hotel Resort Rancabango Tarogong Kaler Garut ada kesepakatan dari 9 klub yang menjadi utusan peserta.

Pada awalnya, terjadi kendala pada musyawarah yang dibuka dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum PRSI Provinsi Jawa Barat, Vera Ariesa, dan dihadiri langsung Ketua Umum KONI Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Garut, Deden Rosidin, S.Pd., juga Bagian Humas KONI Garut, Agus Barkah, M.Si., tersebut.

Masalahnya, Vera menjelaskan, dalam ADART PRSI no 20 telah diatur, bahwa pelaksanaan musyawarah PRSI yang normatif harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.

Diantaranya, Muscab dianggap sah jika dihadiri minimum 2/3 jumlah peserta yang menjadi utusan, pemberitahuan atau undangan disampaikan 30 hari sebelumnya, bahan-bahan sudah diedarkan 14 hari sebelum pelaksanaan, serta utusan peserta yang hadir atau berhak memberikan suara adalah peserta dari klub yang masih legitimite SK masa kepengurusannya.

Meski demikian, karena sekarang PRSI Garut akan menjadi tuan rumah pada Porprov 2022 yang akan diselenggarakan di bulan November.

Dan, salah satu sarat bisa mengikuti Prorpprov serta bisa menjadi tuan rumah harus memiliki kepengurusan yang legitimite.

Maka, Vera memberikan dua pilihan yaitu pelaksanana Muscab diundur dengan resiko tidak bisa mengikuti Porprov serta batal menjadi tuan rumah, atau pelaksanaan Porprov dilaksanakan tapi dengan cara musyawarah mupakat saja.

Atas dasar itulah, setelah melakukan perundingan hingga beberapa saat, pada akhirnya seluruh utusan dari klub sepakat, bahwa Muscab PRSI Kabupatena Garut bisa dilaksanakan pada malam itu dengan kesepakatan,.

Mereka menentukan satu orang calon ketua bernama Agus Ismail yang sebelumnya menjabat PLT PRSI Garut, setelah ketuanya, H. Deni Suherlan meninggal dunia.

Terlaksananya Muscab PRSI saat itu memang sesuai dengan harapan Ketua KONI Garut Abdusy Syakur, yang menekankan bahwa pelaskanaan Muskab harus berjalan aman, tertib dan lancar, disertai dengan suasana kekeluargaan dan kekompakan.

Juga, penuh rasa tanggung jawab untuk memajukan prestasi olahraga di Kabupaten Garut.

Seperti dijelasaknnya, bahwa Cabor renang merupakan salah satu olahraga yang menjadi andalan bagi Koni Garut untuk mendulang emas dari beberapa kali pelaksanaan Porda/Porprov sebelumnya.

Karena alasan tersebut lanjut Syakur, waktu KONI mendapat undangan ke Tasik untuk membicarakan pelaksanaan Porprov dan ditawari untuk menjadi tuan rumah Cabor bisbol dan Rugby, ia dengan egas menolaknya. Yang ia minta saat itu malah bisa menjadi tuan rumah untuk Cabor akuatik.

“Padahal terus terang saja, saya dan yang lainnya pun waktu itu merasa bingung minta menjadi tuan rumah akuatik tapi belum memiliki kolamnya. Tapi saya berharap, karena Porprov merupakan hajat pemerintah provinsi, maka Kabupaten Garut akan mendapatkan bantuan pembangunan kolam dari Pemprov Jabar,” terang Syakur.

Berawal dari itulah lanjut Syakur, tidak lama kemudian Kontingen KONI Tasik datang ke Garut untuk meminta bertemu dengan KONI, Bupati, Wakil Bupati serta Sekda, sehingga Bupati pun bersedia membuat perjanjian diatas materai untuk menjadi tuan rumah akuatik dan berjanji akan membangun kolam dengan anggaran yang disediakan sebesar Rp 35 Miliar.

Saat itu lanjut Syakur, pihaknya pun terus berupaya menghubungi sejumlah anggota DPRD Jabar untuk meminta anggaran tambahan sebesar 35 Miliar dari Pemprov Jabar, dengan harapan, dengan anggaran sebesar Rp 70 Milyar, maka Kabupaen Garut akan memiliki sarana olahraga akuatik yang bestandar Internasional.

Tapi apa daya tuturnya, setelah pada tahun 2020 pembangunan dimulai terkendala oleh pandemi Covid-19 yang melanda, sehingga pembangunan pun sepat terhenti, dan bantuan dari Pengprov Jabar tidak bisa direalisasikan.

“Makanya, agar pembangunan SOR Akuatik Ciateul bisa diselesaikan sesuai batas waktu yang telah ditentukan, saya pun berharap pelaksanaan Muscab PRSI Kabupaten Garut bisa dilaksanakan secepatnya,” ucapnya.

Ia berharap, siapa pun dan darimana pun nanti ketuanya itu tidak jadi masalah.

“Yang penting ketua dan kepengurusan yang baru adalah benar-benar orang-orang yang memiliki tanggung jawab besar untuk kemajuan atlet renang di Kabupaten Garut, bisa menjaga kekompakan, dan kerjasama yang baik dengan semua pihak, termasuk pemerintah,” tutur Syakur.

Atas dasar itulah, pelaksanaan Muscab yang dipimpin langsung Sekretaris PRSI Provinsi Jabar, dari 9 club yang menjadi peserta sepakat memilih satu nama Agis untuk menjadi ketua PRSI Kabupaten Garut periode 2022-20026,.

Dan, menentukan dua formatur yang akan memilih jajaran kepengurusan lainnya, yaitu Deden Erlis, S.Pd., utusan dari KONI serta Gugie Akbar, M.Pd. dari salah satu klub yang menjadi peserta.

Setelah formatur menggelar pertemuan pada Selasa (30/8/2022) malam, akirnya terbentuklah susunan kepengurusan PRSI Kabupaten Garut periode 2022-2026 dengan nama-nama sebagai berikut: Unsur Pembina : Bupati Garut, Wakil Bupati Garut, Ketua DPRD Garut, dan Sekda Garut. Pengarah: Kadispora, Kadisdik, Ketua Umum KONI, dan Deden Rosidin, S.Pd.
Ketua: Agus Ismail, ST, MT, bersama dua wakilnya yaitu Gugie Akbar, M.Pd dan Ugun Wiguna, ST. MM.
Sekretaris : Agus Barkah, Msi., dibantu dua orang wakilnya yaitu Zatnika Kadarisman, M.Pd. dan Ihsan Agustian Anwar M.Si.

Bendahara, Gumilang Nirana Atmaja, MM dan wakilnya Anggita Herly, S.Pd, ditambah beberapa pengurus yang menduduki jabatan pada beberapa bidang lainnya. ***