KAPOL.ID — Sebuah rumah reyot berdinding bilik yang berada di tengah pesawahan menjadi saksi bisu tewasnya seorang anak perempuan bernama Pini Apriani (13). Warga Kampung Beor, Desa Cipicung, Kecamatan Culamega, Kecamatan Tasikmalaya itu meninggal dengan bersimbah darah.
Di rumah reyot milik Komah itu, Pini meregang nyawa di tangan orang yang hingga kini identitasnya belum terungkap. Pastinya, hasil autopsi dokter forensik membuktikan bahwa Pini mengalami kekerasan tumpul dan tajam, sebelum akhirnya meninggal.
Warga sekitar mengenal Pini sebagai orang baik dan ramah. Ia duduk di SMP Satu Atap yang tidak jauh dari kampungnya. Sebagai seorang remaja putri, Pini berbudi pekerti santun.
Baca Juga: Hasil Autopsi Jenazah Anak SMP Culamega, Banyak Luka Benda Tumpul dan Tajam
Adapun Komah, pemilik rumah bilik itu, adalah neneknya Pini. Selama ini Pini memang tinggal di rumah tersebut. Sejak kejadian meninggalnya Pini, Rabu (30/12/2022), rumah itu terpasang garis polisi.
“Ya, karena proses penyelidikan masih berlangsung, makanya di sekitar TKP kita masih pasang garis polisi,” kata Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ari Rinaldo, Sabtu (3/12/2022).
Sementara Komah dan suaminya, Niman (kakek tiri Pini), untuk sementara menginap di rumah Ketua RW setempat. Kebetulan di antara mereka masih memiliki hubungan kerabat.
“Pak Amat yang jadi Ketua RW ini kebetulan masih saudara Bu Komah nenek korban. Jadi, ia menginap di sana dulu, mungkin sampai perkaranya selesai,” kata Ketua Dusun Beor, Jajang.
Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv






