KAPOL.ID – Masa Angkutan Lebaran tahun 2024, ditetapkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung selama 22 hari, mulai 31 Maret sampai 21 April 2024.
Sebagai upaya memastikan prasarana siap dilewati seluruh KA, KAI Daop 2 Bandung telah siaga.
Bahkan, telah memetakan daerah pemantauan khusus di lintas wilayah kerjanya.
“Setidaknya terdapat 88 titik daerah pemantauan khusus dengan rincian 45 titik longsor, 11 titik banjir, 19 titik amblesan/tanah labil, dan 13 titik Bangunan Hikmat rawan,” kata Executive Vice President Daerah Operasi 2 Bandung, Takdir Santoso pada Sabtu (16/3/2024).
Ia mengatakan, mengingat masa Angkutan Lebaran Tahun 2024 akan ada perjalanan 164 KA dengan rincian KA Antar Kota sebanyak 44 KA, KA Perkotaan sebanyak 6 KA, KA Tambahan Lebaran sebanyak 14 KA, KA Feeder KCJB sebanyak 44 dan KA Perkotaan KAI Commuter sebanyak 56 KA, pihaknya melakukan upaya-upaya pencegahan potensi gangguan perjalanan KA.
PT KAI Daop 2 Bandung sendiri melakukan berbagai upaya untuk mendukung masa angkutan Lebaran Tahun 2024 berjalan aman dan lancar antara lain pencegahan bencana banjir dengan melakukan normalisasi saluran jalan kereta api dari tumpukan sampah, sedimen (pendangkalan saluran), perkuatan tubuh jalan KA dengan pancangan dari rel bekas dan bronjong.
“Selanjutnya dilakukan penanaman pohon akar wangi sejumlah 5.000 pohon untuk mencegah longsor, serta penempatan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di 14 titik yaitu di Stasiun Cibungur, Purwakarta, Cibeber, Rendeh, Padalarang, Cimahi, Bandung, Kiaracondong, Cicalengka, Cibatu, Ciawi, Tasikmalaya dan Banjar,” ujarnya.
AMUS disiapkan untuk mengantisipasi banjir dan ambles di titik Dapsus. AMUS sendiri merupakan alat bantu darurat yang terdiri dari batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi (untuk jembatan), alat penambat rel dan alat siaga lainnya.
“Persiapan tersebut untuk tindakan cepat ketika terjadi gangguan. Kami juga menerjunkan petugas dari Daop 2 Bandung untuk melakukan pemantauan di lokasi Dapsus sebanyak 32 petugas dan menambah Petugas Penilik Jalur (PPJ) ekstra sebanyak 60 petugas,” pungkas Takdir. ***











