KAPOL.ID –
Plesir puluhan ASN Kota Tasikmalaya ke Thailand menjadi perbincangan sejumlah pihak. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Dudi Mulyadi memberikan penjelasan.
Keberangkatan dirinya bersama staf dan beberapa lainnya berasal dari tabungan kolektif yang dikumpulkan sejak awal tahun.
“Saya menjabat plt kan baru tiga bulan, anak-anak (staf) sudah merencanakan dan menabung sejak awal tahun. Tidak semua (staf) ikut.”
“Berangkatlah Kamis kemarin, sudah mengajukan izin juga. Saya sih untuk lebih menjaga kekompakan saja dan pakai uang pribadi,” kata Dudi di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (19/11/2024).
Ia mengatakan, ada 30 pegawai di kantornya yang berangkat. Meski tak seluruhnya berstatus ASN plus beberapa anggota keluarga yang ikut. Pesawat yang ditumpangi juga sempat terpisah tidak berada satu rombongan.
“Kebetulan katanya ada promo, makanya tidak semua satu rombongan juga karena seat-nya terbatas. Semua juga sudah izin sebelum berangkat.”
“Memang tidak semua juga di Bapelitbangda, ada yang suaminya masih ASN di instansi lain. Tapi semuanya murni biayanya dari kantong pribadi. Tidak ada dari APBD,” jelasnya.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, mengatakan sudah mengklarifikasi kepada ASN di Bapelitbangda yang berangkat ke negeri Gajah Putih.
“Kemarin sudah diklarifikasi, itu uang pribadi dan liburan bersama. Jadi bukan kegiatan bersumber dari APBD.”
“Kalau izin, sudah ada beberapa hari sebelumnya. Lebih lengkapnya bisa ditanyakan langsung ya,” kata Asep.
DPRD
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim mengatakan tak mau berandai-andai terkait plesir puluhan ASN Kota Tasikmalaya ke Thailand.
Terlebih berangkat di saat jam kerja dan melibatkan banyak orang dalam satu kantor. Dan informasi tersebut baru didapat dari media massa.
“Kitapun gak mau berandai-andai, di rapat barusan Komisi I diminta segera mengundang Pj Sekda dan Inspektorat.”
“Untuk meminta kejelasan apakah di sana ada hal yang dilanggar atau tidak,” kata politisi Partai Gerindra ini.
Meski sudah memasuki masa reses, pihaknya meminta untuk segera merealisasikan pertemuan tersebut. Rencananya Komisi I juga beberapa hari kedepan akan memanggil pimpinan ASN.
“Walaupun besok mulai reses, kami minta di waktu reses pun tak masalah. Kalau dalam keadaan yang urgent kita undang,” katanya.***









