Oleh Asep Lukman
Penggiat sosial dan pemerhati politik
Sebagai masyarakat biasa, jujur saya mengacungkan jempol terhadap bang Jeffrie Geovanie. Atas semangat dan tekadnya untuk membesarkan partai PSI di tengah masifnya masyarakat yang sedang kecewa berat oleh kinerja para anggota dewan pusat maupun daerah.
Selain itu keberanian Jeffrie Geovanie yang mengatakan PSI tanpa ada darah Jokowi pasti akan terkubur. Padahal presiden RI ke-7 dan keluarganya sedang disorot oleh banyak masyarakat karena ramainya pemberitaan negatif.
Namun dibalik kekaguman itu, saya melihat pidato Jeffrie Geovanie begitu diplomatif. Secara retoris belau mengatakan bahwa Jokowi bagi PSI itu karena sosok ketokohannya. Namun lepas dari semua itu saya memandang Jeffrie Geovanie adalah sosok sutratadara politik yang realiatis.
Bukankah fakta, bisa dikatakan mimpi di siang bolong jika ada tokoh parpol yang berjuang untuk membesarkan partainya dengan menjual ideologi dan janji-janji semata. Sudah diketahui bersama jika marak dan masifnya “money politik” di waktu Pilpres, Pileg dan Pilkada. Salah satu bukti nyata sulitnya untuk menjual ideologi kepada masyarakat calon konstituennya.
Dan diakui maupun tidak bahwa kelahiran PSI dalam kancah perpolitikan secara implisit dasarnya karena sosok Jokowi. Artinya bahwa eksisnya PSI selama ini tidak bisa lepas dari kekuatan finansial. Kepiawaian Jeffrie Geovanie membaca kondisi psikologi Jokowi selepas selesai menjadi Presiden RI. Pada hakikatnya semua politisi di dunia ini akan senantiasa memiliki ambisi abadi. Untuk terus menancapkan pengaruh politiknya tanpa bisa dibatasi oleh periode jabatan dan masa pensiun. Dan lumrah jika institusi Parpol yang sering dipilih sebagai alat untuk “memumi” pengaruh sesorang dalam politik.
Narasi
Namun selain hal di atas, saya melihat Jeffrie Geovanie pun cukup cermat dalam memilih narasi politik. Misalnya ketika ingin mendapat respon kegembiraan dari Jokowi dan simpatisanya. Rupanya PSI hanya bicara soal darah Jokowi dalam radius ketua umum dan pengurus partai saja. Kondisi tersebut mengindikasikan dua hal tentang Jeffrie Geovanie.
Pertama beliau adalah simpatisan dan pendukung Jokowi namun bukan penjilat yang memiliki fanatik buta. Bang Jeffrie adalah politisi realistis dalam menghitung risiko politik.***












