KAPOL.ID – Pengawas Koperasi Batara Barnas Adjidin menekankan pentingnya penggunaan teknologi dalam operasional koperasi untuk mendukung kemajuan dan dampaknya bagi Jawa Barat.
“Simpan pinjam tidak manual, tapi harus ada teknologi yang dapat mendukung kemajuan koperasi ini,” ujar Barnas, saat Launching Koperasi BATARA, di Rooftop DPRD Jabar, Bandung, Rabu (17/9/2025)
Barnas menambahkan bahwa sebagai pengawas, ia memiliki beban tanggung jawab untuk memastikan koperasi berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan.
“Dengan ditunjuknya saya menjadi pengawas, tentu ada beban tersendiri bagi saya. Walau bagaimanapun, saya harus berbuat dengan penuh tanggung jawab dan perlindungan sebagai pemerintah,” katanya.
Barnas berharap bahwa setelah launching koperasi Batara, ada gerakan nyata yang dilakukan oleh para pengurus untuk mewujudkan koperasi yang baik dan sesuai dengan tujuan.
“Kita berharap koperasi ini bukan hanya slogan, bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi koperasi yang baik sesuai dengan tujuan yang tadi disampaikan dalam tayangan,” ujarnya
Barnas juga menekankan pentingnya keanggotaan koperasi dan berharap bahwa seluruh pegawai dapat menjadi anggota. “Semakin banyak anggota, koperasi ini akan semakin besar,” katanya.
Ia juga melihat potensi koperasi untuk berkembang di bidang lain selain simpan pinjam.
Barnas menekankan pentingnya pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan koperasi. “Setiap ada pemeriksaan atau rapat anggota tahunan, semuanya harus transparan,” ujarnya.
Ia juga berharap bahwa koperasi dapat dijalankan dengan semangat kebersamaan dan bukan untuk memperkaya pengurus saja
Barnas berharap bahwa koperasi Batara dapat menjadi koperasi yang diandalkan untuk kemajuan para anggota. “Mari kita sama-sama membangun koperasi Batara ini agar bisa menjadi koperasi yang diandalkan untuk kemajuan dan kesejahteraan kita semua,” katanya.
Ketua Koperasi Batara, H. Iman Tohidin, menyatakan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan amanat undang-undang untuk mengembangkan organisasi yang berorientasi pada kebersamaan dan kesejahteraan anggota.
“Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan sukses. Mudah-mudahan dengan dibentuknya koperasi ini bisa terwujud untuk mengembangkan usaha, termasuk untuk kesejahteraan anggota kooperasi,” ujar Iman Tohidin.
Ia mengakui bahwa selama ini pegawai telah memiliki lembaga keuangan lain seperti KPPP dan KPKS. Namun, kehadiran Koperasi Batara menawarkan pilihan dan peluang baru yang bersifat sukarela tanpa paksaan. Hal ini ditekankan berulang kali untuk menegaskan prinsip dasar koperasi.
“Kita sifatnya koperasi itu suka rela. Jadi yang ada karyawan di DPRD Provinsi Jawa Barat ini silahkan jika ingin menjadi anggota. Karena untuk menjadi anggota itu bersifatnya suka rela,” tegasnya. ***






