KAPOL.ID – Penuh syukur menyelimuti Mapolda Jawa Barat, Selasa sore (18/11) Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, menyampaikan rasa terima kasih karena satu warga Jawa Barat, Reni Rahmawati, akhirnya berhasil dipulangkan dari Tiongkok setelah sempat menghilang sejak Oktober lalu.
“Alhamdulillah, Teh Reni sudah kembali. Ini hari penuh berkah,” ujar kapolda
Kisah Reni, warga Kabupaten Sukabumi, sempat menggemparkan publik setelah diketahui bahwa ia diperdaya oleh orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar.
Diperdaya, Dibawa ke Fujian, dan Dinikahkan Secara Ilegal
Kapolda menjelaskan bahwa Reni awalnya dijanjikan pekerjaan di Tiongkok melalui komunikasi daring, termasuk via Zoom. Dua tersangka kini sudah ditetapkan Oleh Polda Jawa Barat, tersangka menjebak korban dengan iming-iming gaji Rp15–30 juta.
“Korban kemudian diserahkan kepada seseorang di Guangzou, Fujian, tinggal di sebuah desa, lalu dinikahi secara ilegal menurut hukum Indonesia. Ini murni tipu muslihat,” tegas Kapolda.
Proses pemulangan Reni melibatkan banyak pihak.
Polda Jawa Barat berkoordinasi dengan Divhubinter Polri, Kementerian Luar Negeri, Imigrasi, DP3AKB, serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou.
“Terima kasih kepada Pak Komjen Dr. Ben Perkasa Drajat dan Bu Indah, diplomat kita di KJRI Guangzhou. Mereka bekerja luar biasa,” kata Kapolda.
Dua anggota Polda Jabar bahkan dikirim langsung ke Guangzhou untuk menjemput Reni setelah seluruh proses hukum setempat diselesaikan.
Diplomat KJRI Guangzhou: “Penting Meluruskan Fakta”
Indah Megawati, Konsul Konsuler KJRI Guangzhou, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengikuti kasus ini sejak awal setelah membaca pemberitaan di Indonesia.
Prosedurnya jelas:
1. Menghubungi polisi setempat.
2. Memastikan lokasi dan keselamatan WNI.
3. Menjalin komunikasi dengan keluarga suami Reni, otoritas lokal, dan pemangku adat.
Negosiasi berlangsung alot. “Karena secara resmi Reni sudah menikah menurut hukum Cina, ada buku nikah merahnya,” kata Indah.
Ia menegaskan satu hal penting untuk meluruskan berita simpang-siur:
“Tidak ada kekerasan, tidak ada pelecehan seksual. Ini fakta yang harus disampaikan.”
Pemberitaan yang beredar sebelumnya, katanya, sempat meresahkan masyarakat Guangzhou dan juga WNI yang tinggal di Tiongkok
Kapolda mengingatkan masyarakat Jawa Barat agar tidak mudah tergiur lowongan kerja tanpa kejelasan prosedur.
“Kita mengambil pelajaran besar dari sini. Jangan mudah terperdaya tawaran kerja yang tidak jelas legalitasnya,” ujarnya.
Polda juga menegaskan bahwa dua tersangka telah ditetapkan, dan pencarian terhadap tersangka lain masih berlangsung.
Kasus TPPO Terus Diburu
Irjen Rudi Setiawan menegaskan bahwa Polda Jabar membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin melapor terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Tidak usah formal-formal. Lisan saja pun akan kami respon. Ada DP3AKB, Imigrasi, dan Kemlu. Semua siap membantu,” katanya.
Di sisi lain, Reni yang kini sudah kembali ke pangkuan keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya.
“Saya hanya ingin sampaikan, tidak ada kekerasan fisik atau pelecehan seksual selama saya di sana. Terima kasih kepada Kapolda Jabar, KJRI, dan semua yang membantu,” ujarnya singkat.***












