KAPOL.ID –
Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Unsil Tasikmalaya membantu penanganan sampah di Kampung Cikedung di Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Lokasi kampung di bawah TPA Ciangir, yang terdampak mulai dari bau hingga kesulitan membuang sampah.
“Kami di tim memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan lingkungan pada masyarakat. Setelah pemberian materi, juga pemberian fasiltas pembakaran sampah.”
“Fasilitas tersebut dapat dikelola secara mandiri. Kami lakukan sejak pertengahan Juli hingga pertengahan bulan ini,” kata Ketua Tim, K. Adi Saputra, S.Pd., M.Pd, Rabu (20/11/2025).
Ia menjelaskan, masyarakat Cikedung saat inu berupaya untuk membuang sampah secara mandiri. Tantangannya yakni kesadaran dalam menjaga lingkungan.
Mayoritas warga belum sadar dan memahami pentingnya kesehatan lingkungan terutama dalam membuang dan mengelola sampah.
“Kultur masyarakat yang beragam dan tidak semuanya menetap menajadi problmematika tersendiri di lingkungan,” ujarnya.
Ia mengatakan, tim mendampingi, memonitoring, dan mengevaluasi, pengukuran kesadaran masyarakat. Dan mengurangi dampak lanjutan tumpukan sampah.
Tim pengabdian diantaranya Dr. Mohammad Ali Andrias, S.IP., M.Si., Tineu Indrianeu M.Pd, Angga Yogaswara Lc, M.Pd, Yoga Gandara M.Pd, Anwar Taufik Rakhmat M.Pd.
Selain itu, dibantu juga oleh Mahasiswa Prodi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Unsil yakni, Dika Pratama, dan Reyhan Ali Yusuf.
“Salah satunya mendorong kesadaran membuang sampah secara kontinyu. Serta mengolah sampah dengan dibakar pada tungku pembakar sampah,” kata Adi.
Tim menilai, penanganan dampak lanjutan TPA Ciangir sangat mutlak. Karena berkaitan dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Idealnya TPA Ciangir masih bisa menampung sampai 10 tahun lagi. Dengan catatan, penanganan dilakukan secara maksimal sehingga tidak ada dampak lanjutan. ***












