KAPOL.ID – Sektor pertanian di wilayah Kecamatan Ujungjaya mendapat suntikan segar. Pemerintah Kabupaten Sumedang menyalurkan bantuan fantastis senilai Rp 12,5 miliar untuk mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan para petani setempat.
Bantuan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir kepada perwakilan kelompok tani, Rabu (14/1/2026).
Langkah ini merupakan komitmen nyata Pemkab Sumedang dalam memperkuat ketahanan pangan melalui modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) serta penyediaan benih unggul.
”Total bantuan pertanian untuk Ujungjaya mencapai Rp 12,5 miliar. Ini adalah ikhtiar bersama agar pertanian kita semakin maju, efisien, dan berkelanjutan,” ungkap Bupati Dony di sela kegiatan.
Rincian bantuan yang dikucurkan cukup signifikan. Di sektor alsintan, Pemkab menyalurkan 10 unit rotavator senilai Rp 4 miliar, 12 unit combine harvester senilai Rp 4,8 miliar, 4 unit traktor roda empat senilai Rp 1,6 miliar, serta 4 unit irigasi perpompaan sebesar Rp 500 juta.
Sejumlah kelompok tani seperti Poktan Sri Mekar Jaya dan Poktan Mulyasari menjadi penerima manfaat yang diharapkan dapat mempermudah proses pengolahan lahan hingga masa panen.
Tak hanya mesin, bantuan benih pun melimpah. Tercatat 2.102 pohon mangga Gedong Gincu, 1.275 kilogram benih jagung, hingga 26.175 kilogram benih padi turut dibagikan kepada petani.
Bupati Dony menegaskan bahwa dukungan ini dibarengi dengan perbaikan infrastruktur irigasi yang nilainya mencapai Rp 64 miliar. Hal ini demi memastikan ketersediaan air pada musim tanam kedua dan ketiga.
“Airnya ada, lahannya ada, alatnya ada, benihnya ada. Tinggal semangat kita bersama. Insyaallah produktivitas meningkat dan panen bisa dipercepat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Sumedang ini juga menitipkan pesan penting agar para petani menjaga lahan sawah mereka. Ia meminta masyarakat tidak menjual aset lahan pertanian demi keberlangsungan pangan nasional.
Targetnya, Ujungjaya akan menjadi percontohan sektor pertanian yang mampu menyuplai kebutuhan pasar secara luas, termasuk kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Pertanian harus dikelola secara komprehensif. Jika sektor ini kuat, desa akan maju dan rezekinya akan mengalir sampai ke kota,” pungkasnya.












