BISNIS

PT SUMATRACO OASE HIDUP BAGI FARIKHIN DAN CALAM

×

PT SUMATRACO OASE HIDUP BAGI FARIKHIN DAN CALAM

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID — Bagi Farikhin, waktu sembilan tahun untuk bekerja sebagai pekerja di PT Sumatraco bukan waktu yang singkat.

Direntang waktu itu, lelaki berusia 33 tahun dan asli desa Santing Kecamatan Losarang ini manaruhkan hidupnya di perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan garam.

“Arep Mendi maning pak. Wis enakan kerja Ning kene. Parek bari umah ( mau kemana lagi pak. Sudah enak kerja disini. Dekat dengan rumah),” kata Farikhin membuka pembicaraan dengan media.

Jarak rumah Farikhin dengan pabrik yang menjadi “oase” kehidupannya hanya lima menit.

Di pabrik yang sudah berdiri belasan tahun ini, Farikhin dan termasuk sebagian pekerjanya menggantungkan hidupnya di pabrik yang terletak di sisi jalan utama Pantura Desa Santing.

Ada yang bekerja di bagıan produksi, ada yang bekerja sebagai buruh panggul dan ada yang serabutan.

Itu rutin dikerjakan Farikhin setiap hari untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri di rumah.

Sehari kata Farikhin, minimalnya 50 ribu rupiah membawa pulang penghasilan dari pabrik pengolah garam rakyat tersebut.

“Kuwen ari lagi sepi. Kadang Ari lagi rame bisa punjul olih sejuta (itu kalo lagi sepi. Terkadang kalo lagi ramai bisa bawa pulang uang ke rumah satu juta dalam seharinya),” jelas Farikhin.

Dari penghasilannya tersebut, Farikhin mampu menyisihkan sedikit uang untuk ditabung.

Uang yang disimpan dan sudah menjadi komitmen bersama dengan istrinya itu akan dikumpulkan untuk membuat rumah yang bisa menaungi keluarga kecilnya.

“Duit sing perusahaan ikih ditabung pak. Go gawe umah. Padu cilikan Bae bagen anak rabi beli keudanan. ( Uang dari perusahaan ini ditabung pak untuk membuat rumah. Kecilan saja tapi bisa melindungi anak dan istri),” tutur Farikhin.

Lain Farikhin lain juga Calam. Pria 49 tahun yang sehari hari bekerja sebagai buruh bongkar muat ber ton ton garam merasa bangga dirinya bisa menjadi bagian di perusahaan pengolahan garam tersebut.

Dua anak dan satu istri bergantung hidup dari Calam. Setiap hari Calam selalu menunggu ada truk masuk ke dalam pabrik. Makin banyak truk yang masuk, makin banyak pula peluang pundi didapat.

Makanya, Calam bersama geng bongkar muat tumpukan garam ini selalu datang pagi dan meminta waktu tambahan atau lembur ke perusahaan, agar pendapatannya bisa lebih untuk dibawa pulang ke rumah.

“Wis seneng pak kerja Ning kene. Soale dominan wong Santing kerja e Ning kene. Arep Mendi maning. (Udah seneng pak kerja disini. Soalnya mayoritas lelaki Santing bekerja disini. Mau kemana lagi),” kata Calam.

Pria yang bekerja lebih dari lima tahun ini mengaku dengan penghasilannya ini mampu menghidupi keluarganya yang terdiri dari satu orang istri dan dua orang anak, sehingga dirinya tetap semangat dalam bekerja.

Meski saat ini didesanya sedang ramai pembangunan kawasan industri, Calam tidak akan berpaling dengan alasan usia yang hampir 50 tahun. Ia sendiri mengaku sangat berterima kasih masih diterima untuk bekerja di PT Sumatraco ini.

“Kita mah Ning kene Bae kerja e..bagen sing enom pada kerja Ning kawasan industri. (Saya mah disini saja. Biar anak anak muda yang bekerja di kawasan industri),” jelas Calam yang diiyakan juga oleh Farikhin.

Farikhin dan Calam termasuk ratusan pekerja lainnya tidak punya pilihan lain bila pabrik pengolah garam ini tidak beroperasi.

Menurut mereka, PT Sumatraco yang rutin mengolah garam rakyat menjadi garam industri dan garam untuk pakan peternakan ini merupakan oase bagı kehidupan masyarakat desa Santing.

Sepertinya, PT Sumatraco tidak mempermasalahkan kepada karyawannya yang tidak mempunyai ijasah asalkan rajin bekerja dan mau belajar.

Diperoleh informasi, sebagian besar tenaga kerja yang bekerja di PT Sumatraco merupakan warga desa Santing. Dilihat dari pendapatannya, rata rata diatas UMK Indramayu.

Tidak hanya itu, perusahaan kerap memberikan bantuan CSR kepada masyarakat setempat dengan tujuan perusahaan yang berada ditengah masyarakat dan memiliki kepedulian untuk berbagi kepedulian sosial.

“Perusahaan kami ini sudah menjadi bagian dari mereka sehingga sekali waktu kita kerap berbagi dalam bentuk donasi kepedulian sosial,” jelas Manager PT Sumatraco, M Thamrin.***