PENDIDIKAN

SMAN 2 Gunung Putri Ambruk, Aceng Malki Sebut Fondasi Tak Sesuai Spesifikasi

×

SMAN 2 Gunung Putri Ambruk, Aceng Malki Sebut Fondasi Tak Sesuai Spesifikasi

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Insiden ambruknya bangunan SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pekan lalu, memantik reaksi keras dari Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.

Kejadian miris ini menjadi potret buruknya kualitas sarana pendidikan yang membahayakan keselamatan siswa.

​Anggota Komisi V DPRD Jabar, Aceng Malki, yang turun langsung meninjau lokasi, membenarkan bahwa kerusakan bangunan tersebut tergolong fatal. Ia menyoroti lemahnya perencanaan dan pengerjaan proyek fisik di sekolah tersebut.

​“Terkait laporan masyarakat dan berita yang viral di media sosial, memang benar ada musibah di SMAN 2 Gunung Putri. Penyebabnya jelas, rancang bangun dan pondasi bangunan tidak sesuai spesifikasi. Ini harus segera diperbaiki karena siswa sangat butuh ruang kelas,” tegas Aceng kepada media, Selasa (3/2/2026).

​Hingga saat ini, puing-puing bangunan yang ambruk terpantau belum tersentuh perbaikan. Namun, Aceng menginstruksikan agar pengerjaan fisik segera dimulai dalam waktu dekat agar tidak mengganggu kalender akademik.

​“Belum ada perbaikan. Katanya minggu ini akan mulai dikerjakan oleh pusat dan targetnya harus selesai sebelum ajaran baru dimulai,” ujarnya.

​Politisi ini menambahkan bahwa kejadian di Gunung Putri akan menjadi bahan evaluasi total bagi Komisi V terhadap seluruh pembangunan fasilitas pendidikan di Jawa Barat. Pihaknya berencana memperketat pengawasan, termasuk meninjau proyek Ruang Kelas Baru (RKB) di daerah lain.

​“Komisi V akan mengecek pembangunan baru di Jabar untuk memastikan semua sesuai spesifikasi, termasuk rencana peninjauan RKB di Bekasi dalam waktu dekat,” kata Aceng.

​Tak hanya soal teknis bangunan, Aceng juga memberikan peringatan keras kepada dinas terkait agar lebih selektif dalam memilih rekanan atau pihak ketiga dalam proyek pembangunan sekolah.

​Menurutnya, keselamatan peserta didik tidak boleh dikorbankan demi mengejar keuntungan semata atau pengerjaan yang asal-asalan.

​“Dinas terkait harus memilih CV yang jelas dan kredibel. Pengawasannya harus ketat. Jangan sampai pengerjaan dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (Jm)