PARLEMENTARIA

Rahmat Hidayat Djati:Dorong Transformasi Digital Pemerintahan Berbasis Kajian Akademis

×

Rahmat Hidayat Djati:Dorong Transformasi Digital Pemerintahan Berbasis Kajian Akademis

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali melahirkan sumber daya manusia unggul dalam prosesi Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis (5–6/2/2026).

​Di antara 1.009 wisudawan yang dilantik, terselip sosok yang sudah tidak asing lagi di panggung politik Jawa Barat. Ia adalah Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.I.P.

​Pria yang akrab disapa RHD ini resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dengan predikat Yudisium Sangat Memuaskan. Keberhasilan ini diraih setelah ia sukses mempertahankan disertasinya yang bertajuk “Transformasi Manajemen Pemerintahan Melalui Proses Formulasi Peraturan Daerah Sistem Kearsipan dan Perpustakaan Digital di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021” pada sidang promosi Januari lalu.

RHD menekankan pentingnya landasan akademis dalam setiap pengambilan kebijakan publik. Baginya, transformasi digital bukan sekadar gaya-gayaan teknologi, melainkan sebuah keharusan yang adaptif dan berkelanjutan.

​”Setiap kebijakan itu sebaiknya harus berlandaskan pada penelitian. Dan penelitian yang baik itu mesti memiliki kajian akademis,” ujar RDH, usai Wisuda, Kamis (5/2/2026)

​Menurutnya, di era gempuran Artificial Intelligence (AI), pemerintah wajib melakukan transformasi digital di segala sektor. Tujuannya satu: agar layanan kepada masyarakat tidak lagi terhambat oleh jarak dan birokrasi yang berbelit.

​Pesan Rektor: Kontribusi di Atas Gelar
Sementara itu, Rektor Unpad, Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D., dalam pidatonya mengingatkan para wisudawan bahwa tantangan di luar kampus jauh lebih berat. Persaingan saat ini sudah menembus level global.

​Prof. Arief menggarisbawahi bahwa di era disrupsi digital, lebih dari separuh jenis keterampilan telah berubah bentuk. Oleh karena itu, gelar akademik bukan lagi jaminan mutlak.

​“Ijazah bukan pembeda utama. Yang dibutuhkan adalah kompetensi nyata, adaptabilitas, etos kerja, dan karakter,” tegas Rektor di hadapan para wisudawan dari berbagai jenjang, mulai dari Diploma hingga Doktor.

​Ia berpesan agar para alumni Unpad tetap menjaga integritas dan menjadikan pengabdian sebagai orientasi utama. “Dunia tidak memberi ruang bagi mereka yang berhenti berkembang,” pungkasnya.

​Sebagai informasi, pada gelombang kali ini Unpad melantik 52 orang lulusan program Doktor, 34 Sub Spesialis, 137 Magister, 93 Spesialis, 73 Profesi, 575 Sarjana, dan 45 Sarjana Terapan