KAPOL.ID – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berkomitmen memperkuat ekosistem seni pertunjukan sebagai salah satu pilar utama sektor hiburan dan pariwisata di Kota Kembang.
Hal ini ditegaskannya saat menghadiri pementasan cerita rakyat “Lutung Kasarung” di Serhaya Hall, Gedung Pos Indonesia, Sabtu (7/2/2026).
Pementasan yang dibawakan oleh Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company ini menjadi bukti bahwa seni tradisional mampu bertransformasi mengikuti zaman. Farhan, yang mengaku sempat terlibat dalam produksi EKI dua dekade silam, mengaku kagum dengan metamorfosis kelompok seni tersebut.
“Dulu pendekatannya sangat serius. Sekarang jauh lebih ‘ngepop’ dan dekat dengan publik. Ini perkembangan yang sangat bagus karena pendekatan ke penontonnya menjadi lebih kuat,” ujar Farhan di sela acara.
Infrastruktur Bukan Kendala Utama
Menanggapi kritik mengenai minimnya gedung pertunjukan di Bandung, Farhan memberikan pandangan berbeda.
Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada fisik bangunan, melainkan pada konsistensi pementasannya itu sendiri.
Ia menilai, ekosistem seni akan hidup jika pertunjukan dilakukan secara berkelanjutan. Farhan juga menyadari adanya tantangan price sensitivity atau sensitivitas harga tiket di Bandung yang cukup tinggi.
“Sekarang kita mulai sadar, yang kurang itu bukan gedungnya, tapi pertunjukannya. Itu yang harus kita dorong terus. Solusinya, perbanyak pertunjukan supaya ekosistemnya hidup dan harga tiket tetap terjangkau bagi warga,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Bandung pun memberikan insentif bagi pertunjukan yang mampu menarik animo tinggi. Farhan mengaku bangga saat mengetahui tiket pementasan kali ini ludes terjual (sold out).
Terkait lakon “Lutung Kasarung”, Farhan menilai pengemasan legenda Jawa Barat ke dalam format modern sangat krusial. Penggunaan bahasa dan jargon kekinian dianggap efektif untuk mendekatkan akar budaya tradisional kepada generasi muda.
“Karya budaya harus bisa bertransformasi. Dengan pendekatan budaya populer, anak-anak muda hingga anak kecil bisa merasa lebih dekat dengan legenda besar seperti Lutung Kasarung ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, Farhan menekankan bahwa seni pertunjukan merupakan motor penggerak ekonomi kota yang ditopang oleh sektor hiburan dan wisata. Ia merumuskan tiga elemen penting dalam pariwisata yang harus saling mendukung.
“Dalam pariwisata itu harus ada yang bisa dilihat, ada yang bisa dikerjakan, dan ada yang bisa dibeli. Ketiganya harus lengkap dalam satu ekosistem yang sehat. Ini yang sedang kita bangun untuk jangka panjang,” pungkas Farhan. (Jm)












