KAPOL.ID – Meski operasi pencarian dan evakuasi korban bencana longsor Cisarua secara formal telah ditutup, namun tugas kemanusiaan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat belum usai. Hingga kini, proses identifikasi jenazah masih terus dilakukan secara berkelanjutan di RS Sartika Asih, Bandung.
Kabiddokkes Polda Jabar, Kombes Pol. drg. Iwansyah, Sp.Ort., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk memberikan kepastian identitas bagi setiap korban yang ditemukan. Sejak awal penanganan, tim telah bergerak cepat mengumpulkan data antemortem dari pihak keluarga.
”Dari awal ketika kami meminta data keluarga, seluruh sampel pembanding sudah kami ambil untuk kepentingan pencocokan identitas korban,” ungkap Kombes Iwansyah, Selasa (10/2/2026).
Iwansyah menjelaskan, pelayanan identifikasi ini tetap dibuka tanpa batas waktu. Tim DVI akan tetap siaga selama masih ada jenazah atau bagian tubuh korban yang dikirimkan ke rumah sakit.
Proses identifikasi ini diakuinya bukan tanpa kendala. Kondisi jenazah yang ditemukan tidak selalu dalam keadaan utuh menjadi tantangan tersendiri bagi para ahli forensik.
”Tim menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kondisi beberapa kantong jenazah yang berisi bagian tubuh tertentu (body part), sehingga membutuhkan pemeriksaan yang lebih mendalam, teliti, dan hati-hati,” jelasnya.
Kendati demikian, Iwansyah memastikan seluruh personel tetap bekerja secara profesional dan humanis. Pihaknya sangat memahami harapan besar keluarga yang menanti kepastian anggota keluarganya yang hilang dalam musibah tersebut.
”Kami berharap seluruh jenazah yang ada di RS Sartika Asih dapat segera teridentifikasi. Tujuannya agar bisa segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan dengan layak,” tambahnya.
Di sela-sela pemaparan progres identifikasi, Polda Jabar juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada insan pers.
“Peran media dinilai sangat krusial dalam menjaga iklim informasi yang sehat, berimbang, dan edukatif selama masa penanganan bencana hingga proses identifikasi berlangsung.” pungkasnya. (Jm)






