KAPOL.ID – Kecepatan penanganan situasi darurat di ruang publik kembali ditunjukkan oleh aparat kewilayahan dan warga Kota Bandung. Sinergi tersebut terlihat saat terjadi peristiwa dugaan bunuh diri di Jalan Layang Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Pasupati), Selasa (10/2/2026) pagi.
Begitu kabar duka tersebut tersiar, aparat dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga unsur kewilayahan lainnya langsung bergerak cepat menuju lokasi. Pengamanan area dilakukan guna menjaga ketertiban di ruang publik, sehingga proses evakuasi dan penanganan oleh pihak berwenang bisa berjalan tanpa hambatan.
Selain pengamanan titik kejadian, pengaturan arus lalu lintas di atas jembatan layang menjadi prioritas utama petugas guna mencegah terjadinya kepadatan kendaraan yang kerap mengular di jalur protokol tersebut.
Pemandangan menarik terlihat dari kedewasaan warga di sekitar lokasi. Tanpa diminta, warga turut membantu dengan tidak berkerumun, sehingga memberikan ruang gerak yang luas bagi petugas kepolisian, tim medis, dan layanan darurat yang tengah bekerja.
Menanggapi kejadian ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur pengamanan dalam setiap situasi darurat. Ia pun memberikan apresiasi atas sikap kooperatif warga.
“Dalam setiap situasi darurat di ruang publik, yang utama adalah memastikan prosedur pengamanan berjalan dengan baik. Kami mengimbau warga untuk terus memberi ruang kepada petugas agar proses penanganan berlangsung cepat dan tidak menimbulkan gangguan tambahan,” tutur Farhan.
Keterlibatan aktif aparat kewilayahan dan kesadaran warga dalam menjaga kondusivitas menjadi kunci penting agar penanganan situasi darurat di jantung Kota Bandung ini berjalan sesuai prosedur.
Perlu diingat, bunuh diri bukanlah jawaban apalagi solusi atas peliknya permasalahan hidup yang menghimpit.
“Jika Anda, teman, atau keluarga tercinta sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi, hingga merasakan dorongan untuk mengakhiri hidup, sangat disarankan untuk segera menghubungi dokter kesehatan jiwa atau psikolog di fasilitas kesehatan terdekat, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit. Jangan menyerah, Anda tidak sendirian. (Am)






