KANAL

Tingkatkan Daya Saing Lulusan, Unjani Kini Miliki Lembaga Sertifikasi Profesi Mandiri

×

Tingkatkan Daya Saing Lulusan, Unjani Kini Miliki Lembaga Sertifikasi Profesi Mandiri

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) resmi memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sendiri. Hal ini ditandai dengan penyerahan SK Lisensi dan Sertifikat LSP oleh Komisioner BNSP, Prof. Amilin, kepada Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si dalam rangkaian acara Tausyiah dan Munggahan Unjani 2026 di Cimahi, Kamis (12/2/2026).

​Langkah ini menempatkan Unjani ke dalam kelompok elit 4 persen perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki LSP mandiri.

​Komisioner BNSP, Prof. Amilin mengapresiasi langkah Unjani yang serius membangun sumber daya manusia melalui sertifikasi kompetensi. Namun, ia menitipkan pesan penting terkait menjaga kualitas lulusan.

​”Sertifikat kompetensi ini bukti pengakuan bahwa pemegang sertifikat memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri. Mohon prosesnya dijaga mutunya. Jangan sampai ada yang ‘dikontrol’ jadi kompeten padahal belum, itu sinyal bahaya,” tegas Amilin.

​Ia menambahkan, di era sekarang, perusahaan-perusahaan besar cenderung memprioritaskan pelamar yang sudah mengantongi sertifikat BNSP. Bahkan, menurut pengamatannya, pemegang sertifikat kompetensi seringkali mendapatkan tunjangan yang lebih besar di dunia kerja.

​”Saran saya ke depan, Unjani bisa bekerja sama langsung dengan industri global seperti BYD, Huawei, atau Google. Standar kerja mereka bisa diadopsi ke dalam skema LSP Unjani, sehingga lulusan bisa langsung diserap,” tambahnya.

​Menanggapi hal tersebut, Rektor Unjani melalui Prof. Agus Subagyo menyatakan komitmennya untuk menjaga amanah lisensi tersebut. Unjani saat ini sudah memiliki 4 skema sertifikasi dan berencana memperluasnya ke 44 program studi yang ada.

​”Kami berkomitmen menjaga mutu. Kalau mahasiswa tidak lulus standar, ya tidak akan diberikan sertifikat. Ini bukan sekadar formalitas, tapi bekal nyata bagi alumni di dunia kerja,” ujar Prof. Agus.

​Ia mencontohkan, mahasiswa kedokteran di Unjani nantinya tidak hanya ahli di bidang medis, tapi juga bisa mengambil sertifikasi tambahan seperti public speaking atau IT yang kini sangat dibutuhkan di lingkungan rumah sakit modern

​Selain soal kompetensi teknis, dalam acara yang dibarengi dengan peresmian Patung Jenderal Ahmad Yani tersebut, Prof. Agus menekankan pentingnya karakter. Unjani terus memperkuat mata kuliah “Ke-Ahmad Yani-an” dan latihan kedisiplinan (LDKK).

​”Sesuai slogan kita, Smart Military University, mahasiswa Unjani harus memiliki ciri khas: Disiplin, Loyal, dan Santun. Pintar saja tidak cukup kalau tidak disiplin. Di dunia kerja, loyalitas dan kesantunan seringkali menjadi penentu utama kesuksesan,” pungkasnya.

​Acara munggahan ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan, sekaligus memperkuat silaturahmi civitas akademika Unjani (Jm)