PARLEMENTARIA

Operasi Gaktib dan Yustisi TNI 2026 Resmi Digelar, Tegaskan Prajurit Taat Hukum

×

Operasi Gaktib dan Yustisi TNI 2026 Resmi Digelar, Tegaskan Prajurit Taat Hukum

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Demi mendukung pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kepolisan Militer di Lingkungan TNI telah dilaksanakan Upacara Operasi Gaktib dan Yustisi TA 2026. Di wilayah Jawa Barat upacara ini dilaksanakan di wilayah Gedung Sate di Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Jumat, (13/2/2026).

Mengusung tema “TNI Prima dan Taat Hukum Berdaulat Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya operasi yang akan berjalan sepanjang tahun 2026.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Brigjen TNI Agus Bhakti selaku Kepala Staf Kodam III/Siliwangi (Kasdam III/Slw), menegaskan bahwa operasi ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam menjaga profesionalisme prajurit.

“Pada siang hari ini baru saja kita laksanakan bersama-sama upacara gelar Operasi Gaktib, Penegakan Ketertiban, dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026,” ujar Kasdam III/Siliwangi kepada awak media usai upacara.

Menurutnya, Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi sejatinya dilaksanakan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Namun, setiap awal tahun anggaran, digelar upacara sebagai simbol dimulainya pelaksanaan operasi pada tahun berjalan.

“Tujuannya, jadi ini merupakan salah satu konsen dari pimpinan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, bahwa seluruh prajurit akan melaksanakan tugas secara profesional. Tentunya dalam profesionalisme ini dituntut adanya ketaatan terhadap hukum, regulasi, aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penegakan ketertiban tidak semata-mata berbicara soal penindakan. Lebih dari itu, pendekatan preventif dan edukatif menjadi prioritas.

“Operasi penegakan ketertiban ini tidak hanya melakukan penindakan jika ada pelanggaran, tidak hanya penindakan secara disiplin militer maupun pidana militer, tetapi juga mengedepankan upaya-upaya yang preventif dan edukatif,” tambahnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, Kasdam III/Siliwangi juga menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan razia tempat hiburan malam. Ia menyebut, koordinasi lintas aparat akan dilakukan demi menjaga situasi tetap kondusif.

“Nanti untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya hiburan dan sebagainya, akan kita koordinasikan dengan aparat penegakan hukum lainnya. Tentunya dari TNI sendiri, kita akan mengharapkan masyarakat dan kita akan jaga bersama-sama supaya kita bisa melaksanakan ibadah dengan tenang, nyaman di bulan Ramadan ini,” ujarnya.

Ia pun menekankan kepada seluruh prajurit agar berperan aktif menciptakan kondisi yang aman dan kondusif selama Ramadan hingga Idul Fitri.

“Dan tentunya saya akan menekankan kepada seluruh prajurit untuk membantu menciptakan kondisi yang kondusif selama pelaksanaan bulan Ramadan sampai selesainya nanti Idul Fitri.”ucapnya

Upacara gelar ini bukan sekadar seremonial. Di balik barisan rapi dan komando yang tegas, tersimpan pesan kuat: prajurit TNI harus menjadi teladan dalam disiplin dan ketaatan hukum. Profesional, humanis, dan tetap dekat dengan rakyat. (Jae)