KAPOL.ID – Pelaksanaan proyek pengaspalan jalan (Hotmix) di dua desa di wilayah Kecamatan Conggeang, yakni Desa Karanglayung dan Desa Padaasih, terpaksa mengalami penundaan.
Pekerjaan yang bersumber dari dana Sapras ini seharusnya dijadwalkan rampung pada tahun 2025,namun faktor cuaca ekstrem dan ketersediaan logistik memaksa untuk ditunda pengerjaannya.
Pihak pelaksana proyek, CV Hanoman Jaya Perkasa, melalui Direkturnya, Idang Kosasih, telah mengeluarkan surat pernyataan resmi yang menjelaskan duduk perkara keterlambatan tersebut.
Menurut surat pernyataan tersebut, ada dua faktor utama yang menyebabkan pekerjaan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal awal:
Intensitas Hujan yang Tinggi: Curah hujan yang terus-menerus dikedua wilayah Desa tersebut membuat kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk dilakukan pengaspalan jalan secara teknis.
Selain faktor cuaca, sulitnya akses terhadap ketersediaan material dan alat kerja di lapangan turut menghambat progres pekerjaan.
Meskipun sempat tertunda dari target tahun 2025, pihak CV Hanoman Jaya Perkasa menyatakan komitmennya untuk segera menuntaskan tanggung jawabnya.
“Saya selaku pihak ketiga menyatakan kesiapan dan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan Hotmix jalan di kedua desa tersebut paling lambat Minggu ke-3 bulan Februari 2026,” ujar Idang Kosasih dalam surat pernyataannya.
Idang pun menambahkan bahwa,jika kondisi cuaca membaik dan curah hujan menurun dalam waktu dekat, pekerjaan pengaspalan akan segera langsung dilaksanakan tanpa menunggu batas waktu maksimal.
Langkah penundaan ini telah dikoordinasikan dengan pihak pemerintah desa setempat. Dimana surat pernyataan tersebut turut ditandatangani oleh Bambang Imam Makhron selaku Kepala Desa Karanglayung
Wiyatno, Kepala Desa Padaasih.
Warga di kedua desa tersebut diharapkan dapat bersabar mengingat pengerjaan jalan saat hujan deras dapat berisiko pada kualitas aspal yang tidak tahan lama (cepat rusak).
Dengan adanya komitmen tertulis ini, diharapkan akses jalan di Karanglayung dan Padaasih dapat segera dinikmati masyarakat pada akhir Februari 2026 ini.
Cecep Erwin, Camat Conggeang saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, pihaknya telah memanggil pihak pengusaha untuk segera merealisasikan pekerjaannya.
” Saya kemarin sudah memanggil pihak pengusahanya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya untuk menghindari asumsi asumsi miring terkait ini”.Katanya.( Teguh)






