KAPOL.ID – Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam mengawal dunia pendidikan bukan sekadar isapan jempol. Hal itu dibuktikan dengan penyaluran ratusan paket bantuan perlengkapan sekolah bagi para pelajar di Kabupaten Sumedang.
Secara simbolis, Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila menyerahkan bantuan berupa 400 paket alat tulis, perlengkapan sekolah, hingga seragam kepada para siswa di SMP Negeri 1 Cimalaka, Sabtu (15/2/2026).
Menariknya, aksi nyata ini kian kuat dengan adanya dukungan dari Anggota Komisi I DPR RI, Farah Putri Nayla. Melalui jalur aspirasinya, Farah turut berkontribusi menghadirkan sekitar 600 bantuan serupa bagi pelajar di Kota Tahu.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi panglima dalam pembangunan daerah. Baginya, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci untuk memutus rantai persoalan sosial di masa depan.
”Pemerintah Kabupaten Sumedang sangat konsen terhadap dunia pendidikan. Kami ingin memastikan anak-anak Sumedang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Fajar
Tak hanya menyerahkan bantuan, sosok pimpinan muda ini juga memberikan wejangan khusus. Fajar meminta para pelajar untuk menjauhi pergaulan bebas dan tetap fokus menatap jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
”Kesuksesan itu butuh proses. Gunakan masa muda untuk mengasah kemampuan, baik soft skill maupun hard skill. Jangan sampai waktu terbuang sia-sia. Fokuslah mengejar cita-cita dan membahagiakan orang tua,” pesannya dengan nada memotivasi.
Fajar juga membeberkan bahwa peluang bagi pemuda Sumedang kini sudah mendunia. Ia mencontohkan keberhasilan ratusan tenaga kerja muda Sumedang yang telah diberangkatkan ke Hokkaido, Jepang, dan Korea Selatan pada tahun sebelumnya.
”Kami ingin generasi muda Sumedang punya daya saing global. Peluang kerja ke luar negeri terbuka lebar, tapi syaratnya harus siap secara kemampuan dan keterampilan,” tambahnya.
Di era digital, Fajar pun mengingatkan agar siswa tidak gagap teknologi, terutama dalam menghadapi tantangan Kecerdasan Buatan (AI). Kreativitas dan inovasi menjadi harga mati agar tidak tergilas zaman.
Menutup perjumpaan, Fajar memberikan kalimat penyemangat yang menyentuh hati para penerima manfaat. Ia meminta siswa untuk tidak berkecil hati meski berangkat dari keterbatasan ekonomi.
”Terlahir dalam kondisi ekonomi terbatas bukanlah pilihan, tetapi menyerah pada keadaan adalah pilihan. Saya berharap bantuan ini menjadi penyemangat agar kalian terus berjuang meraih mimpi,” pungkasnya. ***







