KANAL

Menenun Makna dalam Literasi Digital: Masa Depan Pembelajaran Mendalam

×

Menenun Makna dalam Literasi Digital: Masa Depan Pembelajaran Mendalam

Sebarkan artikel ini

Oleh: Novi Enur Hasanah (Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Conggeang)

Di tengah derasnya arus informasi digital, peran bahasa bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan kompas bagi karakter dan kreativitas siswa.

Kita tidak lagi berada di era di mana belajar hanya tentang menghafal struktur teks; kita berada di era Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menuntut inovasi dan keberanian untuk berkreasi.

Era digital bukanlah ancaman bagi bahasa, melainkan kanvas yang luas. Pembelajaran mendalam memungkinkan siswa SMPN 1 Conggeang untuk tidak hanya membaca puisi di kertas, tetapi memproduksinya dalam bentuk digital storytelling atau podcast. Di sinilah kreativitas bertemu dengan teknologi, mengubah ruang kelas menjadi laboratorium inovasi di mana setiap kata memiliki daya hidup.

Pembelajaran mendalam mengajak siswa untuk menyelami makna di balik teks. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, ini berarti melatih siswa untuk menyaring hoaks, menganalisis retorika media sosial, dan menulis dengan etika. Kita bukan hanya mencetak siswa yang pandai mengetik, tapi generasi yang mampu bernalar kritis dan empatik.

Dalam pembelajaran kali ini, jelas ini adalah inovasi yang memanusiakan manusia.
Meski kita dikelilingi kecerdasan buatan dan algoritma, pembelajaran mendalam dalam bahasa tetap menitikberatkan pada aspek afektif. Inovasi dalam pembelajaran bahasa harus mampu menyentuh sisi kemanusiaan siswa mengajarkan mereka bahwa di balik kecanggihan gawai, ada rasa dan makna yang harus disampaikan secara jujur dan santun.

“Teknologi hanyalah alat. Namun, guru yang inovatif adalah penggerak yang mampu mengubah kata-kata menjadi inspirasi, dan data menjadi kebijaksanaan, dan langkah menjadi tauladan”

Sebagai pendidik di SMPN 1 Conggeang, kita memiliki peluang emas untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan kemajuan global. Pembelajaran mendalam adalah kunci agar bahasa Indonesia tetap relevan, dicintai, dan menjadi identitas yang membanggakan di jagat digital. Mari kita terus bergerak, berbagi, dan berinovasi demi masa depan literasi bangsa. (Zs)