KAPOL.ID – Meski sudah ada larangan resmi, sejumlah pengusaha hiburan malam di Kota Bandung rupanya masih ada yang mencoba “kucing-kucingan” dengan petugas.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung mendapati tiga titik tempat hiburan yang nekat beroperasi pada malam menjelang Hari Besar Keagamaan Imlek, Senin (16/2/2026) malam.
Operasi pemantauan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini menyasar sejumlah titik keramaian. Hasilnya, petugas gabungan dibuat geleng-geleng kepala lantaran masih ada pengelola yang cuek terhadap aturan penutupan usaha pariwisata saat hari besar keagamaan.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi menegaskan, operasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penegakan Perda dan Peraturan Wali Kota Bandung.
”Kami ingin memastikan seluruh pelaku usaha patuh. Ini soal penghormatan terhadap hari besar keagamaan dan penegakan aturan yang sudah jelas tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota,” tegas Bambang, Selasa (17/2/2026).
Dalam penyisiran di kawasan Jalan Buahbatu, petugas mendapati tiga tempat karaoke yang masih asyik menerima tamu. Ketiganya adalah Angels Karaoke, Voice Karaoke, dan Masterpiece Karaoke.
Tak butuh waktu lama, petugas dari Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPHD) langsung melakukan tindakan di tempat.
”KTP para pengelola kami amankan. Mereka diarahkan untuk menghadap ke kantor (Bidang PPHD) pada Kamis, 19 Februari nanti untuk mempertanggungjawabkan pelanggarannya,” tambahnya.
Meski bertindak tegas, Bambang menjamin personelnya tetap mengedepankan sisi humanis. “Kami tidak langsung represif, tapi tetap ada mekanisme pendataan dan pemeriksaan sesuai prosedur,” katanya.
Pemandangan berbeda terlihat di Addict Karaoke (Jalan Cikawao) dan Dreamliner Spa (Jalan Cibadak). Kedua tempat ini terpantau gelap alias tutup total, mengikuti instruksi pemerintah.
Bambang pun mengimbau agar para pelaku usaha tidak main-main dengan aturan ketertiban umum dan toleransi antarumat beragama di Kota Bandung.
”Jangan sampai hanya demi profit sesaat, aturan ditabrak. Kami akan terus pantau secara berkala, terutama saat momen hari besar seperti ini,” pungkasnya.
Operasi malam tersebut turut melibatkan unsur Disbudpar, Satgas TNI, Polri, serta tim Simentol untuk memastikan kondusivitas Kota Kembang tetap tur jaga (Am)







