KAPOL.ID – Kiprah politisi perempuan dari Partai Golkar, Tati Supriati Irwan, S.Sos., di kursi parlemen Jawa Barat kini tengah menjadi sorotan positif. Sejak resmi dilantik pada 6 Februari 2025 lalu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil III (KBB) ini menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengawal urusan rakyat.
Duduk di Komisi II yang membidangi sektor perekonomian meliputi pertanian, perdagangan, industri, hingga pariwisata Tati langsung tancap gas. Prinsip kerja “ngabret” atau bergerak cepat menjadi nafas perjuangannya dalam memastikan setiap aspirasi warga tidak sekadar tertampung, tapi segera ditindaklanjuti secara nyata.
”Kehadiran di parlemen bukan sekadar mengisi kursi, melainkan harus membawa manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Pantauan di lapangan, Tati dikenal sebagai sosok legislator yang aktif melakukan pengawasan hingga ke tingkat akar rumput. Tak jarang, ia turun langsung menyambangi desa-desa bahkan setingkat RW untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berdampak positif bagi warga.
Kepedulian sosialnya pun teruji saat bencana tanah longsor menerjang Bandung Barat beberapa waktu lalu. Tanpa canggung, ia turun langsung ke lokasi pengungsian untuk menyalurkan bantuan dan memberikan dukungan moril kepada para korban.
Di balik agresivitas kinerjanya, sosok H. Irwan Susilo memiliki peran sentral. Sebagai suami, Irwan menegaskan bahwa jabatan yang diemban istrinya merupakan bentuk pengabdian total atau “wakaf diri” untuk masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Irwan pun memberikan restu dan dukungan penuh agar Tati dapat fokus bekerja maksimal melayani masyarakat tanpa terhambat urusan domestik. Bahkan, dalam berbagai aksi sosial di pelosok desa terpencil, Irwan kerap tampak mendampingi untuk mendengar langsung keluhan warga.
”Harapan kami tentu terciptanya kesejahteraan masyarakat yang merata di KBB. Pelayanan publik harus lebih cepat dan menyentuh lapisan bawah,” pungkas Irwan Susilo.
Melalui sinergi dukungan keluarga dan komitmen kerja nyata, Tati Supriati Irwan kini fokus pada penguatan ekonomi daerah, program reses rutin, hingga pemberian edukasi politik bagi generasi muda di sekolah-sekolah. ***












