KANAL

Tepis Dampak Konflik Global, Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Saat Mudik

×

Tepis Dampak Konflik Global, Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Saat Mudik

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Kabar gembira bagi warga yang hendak mempersiapkan mudik Lebaran. Pemerintah memberikan jaminan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak akan naik hingga Hari Raya Idulfitri 2026 mendatang.

​Kepastian ini ditegaskan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah melibatkan konflik Israel, Amerika, dan Iran sedang memanas dan menekan harga minyak dunia, pemerintah memilih pasang badan untuk menjaga daya beli masyarakat.

​“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan sampai Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

​Stok Melimpah, Warga Tak Perlu Panik
​Bahlil meminta warga tidak perlu merasa waswas akan terjadinya kelangkaan. Menurutnya, stok BBM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi sangat mencukupi untuk melayani kebutuhan arus mudik dan balik.

​“Insyaallah semua aman, termasuk LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan meskipun di global sedang ada dinamika antara Iran dan Israel,” katanya menegaskan.

​Saat ini, cadangan BBM nasional berada di level aman untuk 23 hari ke depan. Pemerintah pun terus memantau agar stok tidak anjlok di bawah batas minimal 21 hari.

​Menghadapi potensi gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur urat nadi minyak dunia, pemerintah sudah menyiapkan langkah gesit. Mengingat 20-25 persen impor minyak mentah kita berasal dari Timur Tengah, arah impor kini dialihkan ke negara lain.

​“Pasokan untuk kilang dalam negeri tetap terjaga karena kita sudah alihkan sumbernya ke Afrika, Australia, hingga Amerika Serikat. Jalurnya tidak melewati Selat Hormuz,” urai Bahlil.

​Sementara untuk jenis bensin (RON 90 hingga 98), pasokan aman karena diimpor dari kawasan Asia Tenggara. Bahkan untuk Solar, Indonesia sudah jemawa karena kebutuhan nasional sepenuhnya bisa dipenuhi dari kilang domestik tanpa perlu impor lagi.

​Tak hanya untuk jangka pendek, Presiden Prabowo Subianto rupanya punya visi besar untuk ketahanan energi. Bahlil mengungkapkan, Presiden telah memerintahkan agar cadangan BBM nasional ditingkatkan hingga mencukupi kebutuhan selama tiga bulan.

​Sebagai langkah konkret, pemerintah bakal tancap gas membangun fasilitas penyimpanan (storage) BBM baru di lokasi strategis.

​“Salah satu alternatif terbaiknya adalah membangun storage di wilayah Sumatera. Ini agar ketahanan energi kita semakin kuat menghadapi dinamika dunia,” pungkasnya.