BISNIS

Bahas HET LPG, Kepala Daerah Tasik Diem-Diem Bae

×

Bahas HET LPG, Kepala Daerah Tasik Diem-Diem Bae

Sebarkan artikel ini
Ketua Hiswanamigas Priangan Timur, Sigit Wahyunandika (kanan).*

KAPOL.ID –
Penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg di wilayah Priangan Timur, berulang kali dibahas bersama kepala daerah. Namun sudah bertahun-tahun tak juga terrealiaasi.

Padahal sudah 12 tahun harga gas melon tak ada penyesuaian. Meski di tingkatan pengecer jauh dari HET Rp 16 ribu per tabung.

“Sekarang semua transaksi sudah kena pajak dan biaya operasional juga meningkat,” kata Ketua Hiswana Migas DPC Priangan Timur, H Sigit Wahyu Nandika, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, HET di wilayah Priangan Timur masih Rp16.000 sejak tahun 2014. Untuk wilayah Jawa Barat, hanya lima daerah di Priangan Timur plus Garut yang belum sama sekali ada penyesuaian.

Sementara 21 kabupaten/kota di Jawa Barat sudah melakukan penyesuaian. Saat ini berada di harga Rp 19 ribu per tabungnya.

Pihaknya sudah mengajukan penyesuaian kepada kepala daerah sebagai dasar hukum operasional di lapangan.

“Baik wali kota ataupun bupati di Tasik saja sudah lebih dari setahun, tapi belum ada realisasi. Dulu sebelum jadi kepala daerah katanya perlu disehatkan, ada SK baru.”

“Tapi setelah menjabat sampai sekarang belum ada kejelasan. Saat ini para pengusaha (pangkalan) seperti terzalimi. Sementara biaya hidup, inflasi, dan biaya operasional sudah naik,” jelasnya.

Sigit membeberkan, saat ini tercatat hampir 700 pangkalan di Kota Tasikmalaya. Sementara di Kabupaten Tasikmalaya sekitar 1.300 pangkalan.

“Secara keseluruhan di Priangan Timur jumlahnya mendekati 4.000 pangkalan. Kita hanya butuh SK kepala daerah. Jangan sampai di lapangan malah berbeda dengan aturan,” katanya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas UMKM Koperindag Kota Tasikmalaya, Sofian ZM belum merespon pesan Whatsapp.**