KAPOLID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memastikan ritme pengangkutan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menuju TPA Sarimukti mulai kembali normal.
Sebelumnya, operasional pengiriman sempat terhenti total pada hari H dan H+1 Lebaran lantaran TPA Sarimukti libur beroperasi.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, mengungkapkan bahwa sejak Senin kemarin, armada pengangkut sudah mulai bergerak optimal menyisir Tumpukan sampah di ruas-ruas jalan dan TPS.
”Alhamdulillah, H+2 kemarin kita sudah mulai bisa mengirimkan lagi sampah ke Sarimukti. Jadi penanganan di TPS dan rute jalan sudah mulai bisa dilakukan kembali secara optimal,” ujar Salman, Selasa (24/3/2026)
Salman menjelaskan, penumpukan yang sempat terjadi di beberapa titik merupakan dampak dari jeda operasional di hilir. Pada hari H Lebaran, TPA ditutup total, sementara H+1 yang bertepatan dengan hari Minggu juga tidak menerima kiriman.
”Baru di H+2 ini arus pengiriman normal lagi. Kami kerahkan 1.025 personel yang terdiri dari petugas penyapu dan pengangkutan, didukung 134 unit armada mulai dari truk, pikap, hingga road sweeper,” katanya.
Fokus penanganan saat ini tersebar di 71 titik pantau utama, terutama di kawasan yang menjadi magnet wisatawan seperti Jalan Asia Afrika, Braga, Gasibu, dan seputar Alun-alun
Meski pengiriman sudah dibuka, Salman mengakui jika kondisi di lapangan belum sepenuhnya clear. Hal ini berkaitan dengan adanya pembatasan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti.
”Memang belum seluruh TPS itu bersih total. Tapi yang penting target kita tidak ada sampah yang meluber ke jalan sehingga mengganggu lalu lintas. Kita kendalikan agar tetap aman dan nyaman,” tegasnya
Untuk mempercepat proses, tim taktis sebanyak 25 personel terus menyisir titik-titik rawan penumpukan. Selain itu, fasilitas pengolahan sampah di TPST Babakan Siliwangi dan Gedebage pun sudah mulai berdenyut kembali. Di Gedebage sendiri, tercatat hampir 8 ton sampah sudah mulai diolah.
Waspadai Titik Pembuangan Liar
Memasuki H+3, Selasa (24/3/2026), DLH menargetkan tingkat kehadiran personel mencapai 85 persen. Fokus pun mulai bergeser untuk mengantisipasi munculnya titik pembuangan sampah liar yang kerap muncul pasca-Lebaran.
”Kami akan menyisir titik-titik yang tiba-tiba jadi tempat buang sampah liar. Jangan sampai dibiarkan karena bisa memicu timbulan yang lebih besar. Kami koordinasi dengan aparat kewilayahan untuk menjaga kenyamanan publik,” pungkasnya.
Data DLH mencatat, volume sampah pada malam takbiran mencapai 208 ton, atau naik sekitar 2 persen dibanding tahun lalu. Secara total, sejak H-1 hingga H+2, DLH telah menyiagakan 2.266 personel untuk memastikan Kota Kembang tetap terjaga kebersihannya. (Am)








