KAPOL.ID –
Sebanyak lebih dari lima puluh mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di sejumlah gedung pemerintah Kota Tasikmalaya, Kamis (9/4/2026). Meski di bawah guyuran hujan deras, massa menyampaikan aspirasinya.
Terutama rapor Pemerintah Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Viman Alfarizi Ramadhan-Diky Candra Negara selama setahun menjabat.
Lokasi pertama, mereka berorasi di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Di sana massa mendesak para legislator menggunakan hak interpelasi kepada Wali Kota Tasikmalaya.
“Kami berangkat kesini bukan tanpa alasan, bagaimana kegagalan daerah itu terlihat dari pelayanannya hari ini,” kata korlap aksi, Abdul Azis.
Ia menenggarai, buruknya komunikasi pemerintah membuat masyarakat yang terkena imbas paling parah. Kondisi anggaran, buruknya penganggaran dan PAD masih banyak bolong-bolong.
“Maka dari itu semestinya DPRD menggunakan hak interpelasi dari sejumlah persoalan yang ada,” ucapnya usai orasi di depan Balai Kota Tasikmalaya.
Ia mengatakan, selama setahun menjabat tidak banyak perkembangan daerah yang berarti. Bahkan dianggap gagal hadir untuk masyarakat.
Porsi belanja di beberapa dinas juga malah diprioritaskan untuk dapur birokrasi. Pun dengan pokir DPRD.
“Selama satu tahun ini (menjabat) penilaian kami ini cukup jelas kegagalan untuk hadir terhadap keluhan rakyat,” ujarnya.
Ia mengatakan, Kota Tasikmalaya saat ini berada pada persimpangan jalan. Antara mempertahankan status quo yang bobrok atau melakukan lompatan reformasi radikal.
Kegagalan manajerial dan disfungsi pengawasan yang terjadi selama periode 2025-2026 merupakan peringatan keras bagi para pemangku kebijakan.
“Butuh keberanian untuk menggeser orientasi “ekonomi-politik pribadi” kembali kepada kepentingan rakyat.”
“Defisit kepercayaan ini akan berujung pada sanksi sosial dan degradasi kualitas hidup masyarakat Tasikmalaya yang lebih parah,” tegasnya.
Usai menyampaikan orasi, massa pun akhirnya membubarkan diri menggunakan kendaraan masing-masing.***












