KAPOL.ID – Puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokade gerbang utama perusahaan ayam petelur PT QL Agrofood Farm di Kampung Bengle, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, Senin (27/4/2026). Massa menutup akses masuk menggunakan tumpukan batu brangkal sebagai bentuk protes keras terhadap kebijakan perusahaan.
Koordinator aksi dari LBH Mantra, Dahlan Saepuloh, menegaskan bahwa salah satu tuntutan utama warga adalah dilakukannya audit menyeluruh terhadap proses peralihan tanah yang kini dikuasai perusahaan.
“Kami menduga dalam proses peralihan terjadi maladministrasi. Ada indikasi kuat praktik mafia tanah di dalamnya,” tegas Dahlan di sela-sela aksi.
Selain persoalan lahan, massa menuntut transparansi alokasi dana Tanggung Jawab Sosial (TJS)/Corporate Social Responsibility (CSR). Warga menilai selama ini kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sekitar sangat minim, terutama terkait, Akses Air Bersih yaitu Kebutuhan vital yang sulit didapat warga terdampak, Perbaikan jalan desa yang rusak akibat aktivitas kendaraan operasional perusahaan dan Fasilitas medis yang memadai bagi warga yang terdampak polusi dari operasional peternakan.
Persoalan internal ketenagakerjaan juga mencuat. Dahlan mendesak perusahaan menghapus praktik diskriminasi terhadap pegawai dan memberikan kejelasan status karyawan.
“Kami meminta pengangkatan karyawan tetap sesuai UU Ketenagakerjaan dan menuntut perusahaan untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat lokal,” tambahnya.
Kekecewaan warga tampak memuncak. Purnama, salah seorang warga setempat, menyatakan bahwa massa siap bertahan di lokasi hingga tuntutan mereka dipenuhi.
“Jika tidak ada realisasi, kami akan menginap di sini. Bahkan, kami berencana melakukan unjuk rasa susulan ke kantor pusat PT QL Agrofood Farm,” ancamnya.
Menanggapi aksi tersebut, Humas PT QL Agrofood Farm Sukaluyu, Rahmat, menyatakan telah menerima poin-poin tuntutan warga. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keputusan secara langsung.
“Kami belum bisa memberikan jawaban karena kewenangannya ada di kantor pusat. Rencananya besok akan ada aksi lanjutan di kantor pusat kami yang berada di Haurwangi,” singkat Rahmat.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan batu brangkal masih menutupi gerbang perusahaan, dan warga terus berjaga di sekitar lokasi dengan pengawalan dari pihak kepolisian setempat. NDI/SYA






