KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Ribuan Kepala Keluarga (KK) di wilayah Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/5/2026) siang, antre dengan tertib untuk menerima pendistribusian Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) alokasi Februari dan Maret 2026.
Penyaluran bantuan rutin yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini dipantau langsung oleh Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani.
”Alhamdulillah, hari ini kita berada di Arjasari, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini dalam rangka penyaluran bantuan pangan rutin dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menyasar 33,2 juta penerima manfaat di seluruh tanah air,” ujar Ahmad Rizal di sela-sela peninjauan lapangan.
Untuk Arjasari sendiri, tercatat ada 1.442 KK yang terdaftar sebagai penerima manfaat. Proses penyaluran kali ini merupakan gelombang kedua dan ditargetkan rampung dalam hari yang sama.
Ahmad Rizal menjelaskan, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima paket bantuan pangan berupa beras seberat 20 kilogram dan minyak goreng Minyakita sebanyak 4 liter yang dirapel untuk kebutuhan dua bulan.
Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus nyata bagi warga kelas menengah ke bawah yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1 sampai 3.
”Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban masyarakat di tengah hantaman dampak ekonomi global yang sedang terjadi saat ini,” tambahnya.
Ungkapan bahagia pun datang dari warga setempat. Ibu Dedeh, salah seorang penerima manfaat, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya saat menerima paket bantuan tersebut.
”Muhun, terima kasih kasadayana. Alhamdulillah wae sae ti warga, hatur nuhun ka Bapak Presiden dan semuanya bantuan seperti ini sangat bagus,qq” tutur Ibu Dedeh
Senada dengan Ibu Dedeh, warga lainnya Bapak Bapak Otong jmenyampaikan rasa terima kasihnya.
“Tanggapannya gembira aja dikasih bantuan pangan dari Bapak Presiden Prabowo. Terima kasih sebanyak-banyaknya,” ungkapnya
Menepis kekhawatiran masyarakat terkait isu pemanasan global yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian, Kepala Bulog menegaskan bahwa cadangan pangan nasional saat ini dalam kondisi yang sangat aman
”Masyarakat tidak perlu bimbang atau ragu. Stok pangan kita di seluruh tanah air hari ini sudah mencapai 5,38 juta ton. Ini sangat banyak dan bisa bertahan sampai awal tahun depan, diperkirakan sampai Maret atau April masih aman,” tegasnyaa
Keamanan stok ini juga didukung oleh program pompanisasi dari Kementerian Pertanian yang menjaga para petani agar tetap bisa bercocok tanam dan memanen padi hingga dua periode lagi.
Khusus untuk wilayah Jawa Barat, Ahmad Rizal menyebutkan stok yang tersedia saat ini mencapai 845.000 ton. Angka ini menempatkan Jawa Barat sebagai lumbung pangan nomor dua terbesar di Indonesia setelah Jawa Timur.
”Jawa Barat ini luar biasa, selain mencukupi kebutuhan sendiri, kita juga mengirim beras produksi Jabar ke wilayah lain seperti Riau hingga Natuna. Jadi saling mengisi dan membantu,” jelasnya
Ketika ditanya mengenai keberlanjutan program ini, Ahmad Rizal memberikan kabar baik. Pihaknya mengaku telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Ibu Titiek Soeharto pada minggu lalu.
”Kami sudah mengajukan penambahan bantuan pangan untuk bulan-bulan berikutnya dan alhamdulillah disetujui oleh Komisi IV. Hasil ini akan kami dorong ke rapat terbatas tingkat Menko Pangan. Insyaallah program ini akan berlanjut,” ungkapnya optimistis.
Namun, terkait teknis penambahan data warga di tengah jalan, Bulog menegaskan aturan ketat demi menghindari salah sasaran. Semua penerima manfaat wajib membawa surat undangan resmi dari Dinas Sosial setempat yang berbasis data desil 1-3, lengkap dengan KTP asli. Jika diwakilkan oleh keluarga, maka wajib membawa Kartu Keluarga (KK).
”Semua data penerima ini nantinya di-cross-check langsung lewat aplikasi bantuan pangan kami, jadi semuanya terekam dengan baik dan dilaporkan secara transparan langsung ke pusat,” pungkas Ahmad Rizal. (Jae)






