KAPOL.ID –
Jayantara Priangan Timur 2026 menyajikan 100 booth UMKM serta acara menarik selama tiga hari hingga, Minggu (26/7/2026). Penyelenggaraan Jayantara Priangan Timur 2026 merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia terhadap pertumbuhan UMKM.
“Ada 100 booth, menghadirkan produk unggulan fesyen, kriya, makanan dan minuman, produk berkelanjutan, produk Dekranasda.”
“Hingga potensi desa wisata dari berbagai kabupaten dan kota di Priangan Timur,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida ESP.
Selain itu, Jayantara menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan ekonomi kreatif dan budaya Priangan Timur. Seperti Parade Festival Batik, Gebu Fashion Week, Fashion Show Batik Sukapura, lomba fotografi, pertunjukan seni budaya. Serta pemutaran film karya sineas lokal, berbagai kompetisi dan hiburan.
Penguatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai kegiatan edukatif, antara lain talkshow “Dari Niat ke Omzet: Kiat Membangun Usaha di Era Digital”. PeKA Talk mengenai keamanan digital bagi UMKM, live cooking, Cassava Challenge. Serta bedah buku Tasbih Kupu-Kupu karya Panji Sakti.
Bank Indonesia terus mendorong pengembangan UMKM melalui pendekatan yang terintegrasi, end-to-end, dan berkelanjutan.
“Mulai dari peningkatan kapasitas dan kualitas produk, fasilitasi akses pembiayaan. Hingga perluasan pasar serta digitalisasi transaksi pembayaran,” katanya.
Tahun ini, Jayantara diselenggarakan bertepatan dengan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya. Dan dirancang tidak semata sebagai pameran UMKM. Tetapi ruang bersama yang mengintegrasikan promosi, edukasi, transaksi, kreativitas, dan kolaborasi dalam satu ekosistem.
Kopi Bunar
Laura mengatakan, program
Exporena merupakan akselerasi UMKM menuju pasar ekspor. Serta PINUNGGUL, yang mendorong peningkatan kapasitas digital, penguatan pemasaran daring, dan transformasi usaha berbasis teknologi.
“Program tersebut diarahkan agar UMKM tidak berhenti pada tahap tumbuh, tetapi mampu naik kelas, memperluas skala usaha. Dan masuk ke rantai nilai yang lebih tinggi,” ujarnya.
Hasil pendampingan tersebut mulai menunjukkan capaian konkret. Salah satunya ditunjukkan oleh Kelompok Kopi Bunar, yang berhasil memperoleh cupping score 87. Dan merealisasikan ekspor perdana sebanyak satu ton kopi ke Jepang.
“Capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk unggulan Priangan Timur memiliki kualitas dan potensi untuk menembus pasar internasional.”
“Apabila didukung oleh peningkatan kapasitas yang konsisten, standardisasi produk, perluasan jejaring. Serta kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan,” ujarnya. ***












