KANAL

Bandung Utama Scout Festival 2026, Pramuka Peduli Kenalkan Peralatan Penanggulangan Bencana

×

Bandung Utama Scout Festival 2026, Pramuka Peduli Kenalkan Peralatan Penanggulangan Bencana

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Gelaran Bandung Utama Scout Festival Tahun 2026 di Taman Pramuka Kota Bandung tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya anggota Pramuka.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi dan pengenalan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kejadian yang terjadi di tengah masyarakat.

Salah satunya dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pramuka Peduli bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bandung dengan membuka stan pengenalan peralatan yang biasa digunakan dalam penanganan kebencanaan dan operasi penyelamatan.

Bandung Utama Scout Festival 2026 berlangsung di Taman Pramuka Kota Bandung, 26-29 Agustus 2026. Kegiatan tersebut digelar melalui kerja sama Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bandung dengan Pemerintah Kota Bandung.

Wakil Komandan Satgas Pramuka Peduli, Bella, mengatakan stan tersebut sengaja dibuat untuk memberikan pemahaman kepada para anggota Pramuka mengenai berbagai peralatan yang digunakan ketika menghadapi kondisi darurat.

“Ini kegiatan dari Kwarcab bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung, yaitu Bandung Utama Scout Festival 2026 di Taman Pramuka Kota Bandung,” kata Bella.disela-sela acara, Sabtu (29/8/2026)

Menurutnya, Satgas Pramuka Peduli berkolaborasi dengan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bandung untuk mengenalkan berbagai peralatan yang selama ini digunakan dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana maupun kejadian yang membutuhkan penanganan dan penyelamatan.

Antusiasme peserta, khususnya anggota Pramuka usia Penggalang, terlihat cukup tinggi. Mereka tidak hanya melihat peralatan yang dipajang, tetapi juga tertarik mengetahui fungsi dan penggunaannya.

“Adik-adik Pramuka di sini cukup antusias. Itu dari Penggalang, dari SD, SMP, begitupun dengan Pramuka dewasanya banyak sekali yang tertarik dengan kegiatan-kegiatan yang ada di kita,” ujarnya.

Bella menyebutkan, pengenalan seperti itu penting karena kesempatan untuk melihat langsung peralatan penanganan bencana dan penyelamatan tidak selalu tersedia.
Terlebih, sejumlah peralatan yang diperkenalkan merupakan perlengkapan yang digunakan Satgas Pramuka Peduli ketika terjun membantu masyarakat.

“Karena bagi mereka kegiatan seperti ini jarang. Jadi ada pengenalan-pengenalan alat juga. Di sini ada berbagai peralatan yang sering kita gunakan untuk penanggulangan kejadian bencana ataupun kejadian yang diperlukan oleh masyarakat,” katanya.

Bella menuturkan, Satgas Pramuka Peduli selama ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan penanganan kejadian di lapangan.

Sejumlah operasi pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR) pernah diikuti, termasuk membantu penanganan kejadian di wilayah Cisarua.

Selain itu, saat ini terdapat tim yang diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan asesmen sekaligus membantu penyaluran logistik bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kita sudah beberapa kali menangani, ikut membantu dalam operasi-operasi SAR. Seperti kemarin di Cisarua. Sekarang juga ada tim yang berangkat ke NTT dalam rangka asesmen dan memberikan bantuan logistik,” tuturnya.

Tidak hanya bencana besar, Satgas Pramuka Peduli juga kerap membantu masyarakat dalam berbagai kejadian sehari-hari yang membutuhkan pertolongan.

Mulai dari banjir, pohon tumbang hingga penyelamatan dalam situasi tertentu juga menjadi bagian dari kegiatan mereka.

“Kita juga sudah beberapa kali membantu penanganan banjir, pohon tumbang. Kita bekerja sama dengan instansi dan badan yang ada di Kota Bandung,” katanya.

Bahkan, lanjut Bella, personel Satgas Pramuka Peduli tidak jarang menerima laporan masyarakat terkait kejadian yang terlihat sederhana, namun tetap membutuhkan keterampilan dan peralatan khusus untuk penanganannya.

“Termasuk penyelamatan kecil, seperti kucing masuk sumur, orang masuk sumur, sampai ular masuk rumah. Itu sering kita bantu juga masyarakat,” ucapnya.

Bekal Pengetahuan bagi Anggota Pramuka
Bella menilai pengenalan kebencanaan dan keterampilan penyelamatan sejak dini penting diberikan kepada anggota Pramuka.
Sebab, berbagai kejadian darurat dapat terjadi kapan saja. Dengan memiliki pengetahuan dasar, anggota Pramuka diharapkan tidak hanya mampu menjaga keselamatan diri, tetapi juga memahami langkah yang tepat ketika berada di tengah situasi yang membutuhkan pertolongan.

Menurutnya, keberadaan Satgas Pramuka Peduli juga menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat maupun Gugus Depan (Gudep) ketika membutuhkan bantuan dalam menghadapi kejadian tertentu.

“Kegiatan ini kan tidak tiap hari ada. Kasus-kasus seperti laporan masyarakat juga mungkin teman-teman dari Gudep bisa melaporkan. Jadi supaya lebih cepat, mau ke mana pun kita tangani sama saja,” katanya.

Melalui Bandung Utama Scout Festival 2026, Satgas Pramuka Peduli berharap edukasi tersebut dapat menumbuhkan kepedulian, keberanian, sekaligus kesiapsiagaan anggota Pramuka dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa gerakan Pramuka tidak hanya berkaitan dengan kegiatan kepanduan, tetapi juga memiliki peran dalam membangun kepedulian sosial dan membantu masyarakat ketika menghadapi situasi bencana maupun keadaan darurat. (Fth)