KANAL

Perahu Dihantam Ombak Tinggi di Perairan Pamoekan Cipatujah, Dua Nelayan Tasikmalaya Hilang

×

Perahu Dihantam Ombak Tinggi di Perairan Pamoekan Cipatujah, Dua Nelayan Tasikmalaya Hilang

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Nasib nahas menimpa dua nelayan asal Kampung Karanganyar, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Perahu yang mereka tumpangi terbalik setelah dihantam ombak besar di perairan Pelabuhan Pamoekan, Selasa (29/9/2026) malam.

​Insiden kecelakaan laut (laka laut) tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, perahu yang ditumpangi tiga orang warga tiba-tiba digulung gelombang tinggi di lokasi yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

​Akibat hempasan ombak yang kuat, ketiganya langsung terlempar ke laut dan berusaha berjuang menyelamatkan diri dengan berenang.

​Satu orang korban berhasil berenang sekuat tenaga menepi ke daratan, sementara dua rekannya justru terseret arus dan semakin ke tengah lautan.

​Rekan-rekan korban yang berada di lokasi sempat melihat tubuh korban timbul tenggelam di antara gulungan ombak sambil berteriak meminta tolong. Namun, kondisi malam itu membuat warga tak bisa berbuat banyak.

​”Pada saat kejadian kondisi gelombang memang sedang sangat tinggi dan besar sekali, sehingga tak ada yang berani menolong,” ujar Endang Duyeh (60), salah seorang rekan korban.

​Satu Selamat, Dua Nelayan Masih Dicari
​Kapolsek Cipatujah, Iptu Agus Sukmana, membenarkan peristiwa laka laut yang menimpa warga nelayan tersebut.

Berdasarkan data kepolisian, ketiga korban menaiki perahu milik salah satu korban untuk memasang jaring ikan layur.

​”Ada tiga orang warga atas nama Budi Andriana (33), Ending (58), dan Weli (48). Yang selamat atas nama Budi Andriana, sedangkan Ending dan Weli hingga Rabu (30/9) pagi masih belum ditemukan,” ungkap Iptu Agus.

​Menurut Agus, sebelum musibah terjadi, ketiganya berangkat melaut sekitar pukul 22.00 WIB. Nahas, saat perjalanan pulang usai menebar jaring, perahu bernama Pahala Kencana tersebut mendadak dihantam ombak besar hingga terbalik.

​Teriakan minta tolong pertama kali didengar oleh Endang Duyeh yang melihat perahu sudah dalam posisi terbalik di tengah kegelapan malam. Bersama warga sekitar, ia langsung bergegas memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan nyawa Budi Andriana. Sementara bodi perahu Pahala Kencana baru berhasil ditemukan dalam kondisi terbalik pada Rabu pagi.

​Sementara itu, Kasat Polairud Polres Tasikmalaya, AKP Dian Susila Setya, menyatakan pihaknya langsung mengerahkan tiga perahu bersama tim SAR gabungan nelayan untuk menyisir perairan guna mencari keberadaan dua korban yang hilang.

​Kendati demikian, ganasnya cuaca di laut menjadi kendala tersendiri dalam proses pencarian. AKP Dian menyebut tingginya gelombang sempat memaksa petugas menarik mundur sebagian armada pencari.

​”Kami tarik dulu dua perahu karena gelombang sangat tinggi. Satu perahu masih standby melakukan pencarian. Kekuatan penuh akan terus kita kerahkan untuk mencari korban,” pungkasnya. (Adji Shg)