OLAHRAGA

Jumlah Cabor Tahun Ini Membengkak, Tapi Garut Targetkan Bisa Masuk 10 Besar di Porprov

×

Jumlah Cabor Tahun Ini Membengkak, Tapi Garut Targetkan Bisa Masuk 10 Besar di Porprov

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Kabupaten Garut mentargetkan bisa masuk 10 besar pada perhelatan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jawa Barat ke XV yang  pembukaannya akan digelar  mulai 7 Novembar di Bekasi dan penutupannya akan dilangsungkan pada  20 November di Pakasari Bogor.

Meski demikian, Ketua KONI Kabpaten Garut,

Subhan Romansyah menuturkan, Kabupaten Garut akan mulai memberangkatkan sebagian panitia dan kontingennya pada taggal 26 Oktober, mengingat ada empat cabor yang sudah mulai bertanding sebelum acara pembukaan, yaitu futsal, hoky serta sepak bola putra dan putri.

Kabupaten Garut sendiri lanjut Subhan akan memberangkatkan sebanyak 43 Cabor dengan jumlah atlet sebanyak 527 orang, ditambah pelatih, opicial dan pendamping, sehinnga keseluruhan kontingan sekitar 800 orang.

Jika dibanding Porprov sebelumnya lanjut Subhan, Porprov tahun ini ada peningkatan tambahan lima Cabor dan jumlah atlet yang diberangkatkan dibandingkan Porprov sebelumnya yang hanya bisa memberangkatkan sebanyak 38 Cabor.

Lima Cabor tambahan tersebut adalah dua Cabor yang baru terbentuk di Kabupaten Garut yaitu Kurash dan Sambo, sementara itu tiga Cabor lainya yaitu sepak bola putra dan putri, serta bola basket adalah merupakan Cabor lama yang waktu-waktu sebelumnya tidak lolos mengikuti Porprov.

Meski demikian Subhan meyakinkan, Koni Garut bisa berpeluang menambah medali emas dari lima Cabor tambahan tersebut jika dilihat dari rekam jejaknya.

“Seperti kita ketahui, Porprov sebelumnya KONI Garut belum memiliki Cabor Kurash dan Sambo, tapi ternyata pada PON kemarin,  yang mendapatkan emas di PON itu adalah atlet Sambo dan Kurash dari Kabupaten Garut yang ikut memperkuat Provinsi lainnya. Makanya, untuk Porprov sekarang meraka ditarik untuk pulang memperkuat Kabupaten Garut,” imbuhnya.

Begitu pun katanya atlet-atlet berkuda yang kemarin ikut memperkuat DKI di PON sehingga bisa menjadi juara umum.

Mereka itu merupakan atlet-atet berkuda dari Kabupaten Garut, yang sekarang ditarik pulang agar bisa ikut memperkuat Kabupaten Garut di Porprov xv.

Termasuk atlet balap motor peraih emas PON dari Aceh yang merupakan asli orang Karangpawitan,

Ia pun sudah ditarik  agar bisa memperkuat daerahnya sendiri, yaitu Kabupaten Garut.
Karena alasan itulah Subhan berkeyakinan, pada Porprov tahun ini Kabupaten Garut minimanya bisa masuk 10 besar, dengan asumsi bisa mendulang sebanyak 30 emas yang biasa diperoleh dari sejumlah Cabor yang sudah memiliki rekam jejak, terutama pencak silat, tarung drajat dan gulat, ditambah sejumlah Cabor cadangan tapi yang kini telah mulai memperihatkan kekuatanya sehingga punya peluang juga.

“Seperti halnya futsal yang belum punya rekam jejak medali emas, tapi sekarang sudah tiga kali berturut-turut menjadi juara di jabar, begitu pun sepak bola putri belum punya rekam jejak, tapi di tingkat nasional kemarin ahamdulillah lolos di Jabar bersama Persib, beberapa klub proesional pun bisa kita kalahkan seperti Arema Malang juga Persita bisa kita kalahkan, terus sekarang ada sekitar 5 atlet sepak bola putri kita yang masuk di Liga prof. Itu berarti Cabor yang tidak punya rekam jejak medali tapi berpeluang,” ungkapnya.

Adapun lawan-lawan yang dianggap berat dalam Porprov tahun ini tutur Subhan, tentunya sejumlah daerah yang memiliki anggaran dan pedapatanvvvv paling besar di Jawa Barat, seperti Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor juga Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi.

Sementara Kabupaten Garut saat ini masih merupakan Kabupaten yang mendapatkan anggaran secara pas-pasan.

“Tetapi yang luar biasvvvvtvvvva kita, dengan anggaran yang pas-pasan tidak sampai menurunkan semangat atlet sepeti bilyar yang  tidak pernah bicara banyak, sekarang malah  mentargetkan tiga emas. Bukan berarti menganggap atlet kabupaten/kota lainnya yang lemah, tapi posisi atlet kita yang lebih siap, karena seluruh atlet Garut sejak awal sudah mulai latihan keras dalam mempersiapkan diri untuk bisa meraih prestasi tnggi,’ Imbuhnya.

Saat ditanya mengenai persiapan akomodasi, Subhan pun menerangkan, bahwa untuk penginapan atlit sudah dipersiapkan sejak awal, sehingga masalah penginapan sudah dianggap beres semua.

Hanya saja lanjut ia, karena masalah anggaran sudah biasa menjadi alasan klasik, maka pihaknya secara rutan terus berupaya berkoordinasi dengan Cabor agar bisa menekan segala kebutuhan dan bisa memprioritaskan hal-hal yang dianggap lebih penting dan bermanpaat. (Anang KN)***