KABAR POLISI

Kapolresta Bandung Tri Suhartanto Turun ke Jalan, Bawa Semangat JAWARA

×

Kapolresta Bandung Tri Suhartanto Turun ke Jalan, Bawa Semangat JAWARA

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si., memilih turun langsung ke jalan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Belum genap dua pekan menjabat, ia sudah memantau sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk persimpangan Katapang dan Rancamanyar.

Bukan sekadar memantau dari kendaraan dinas, Tri terlihat mengatur arus lalu lintas pada pagi hari. Langkah tersebut menjadi bagian dari upayanya membangun budaya kerja anggota Polresta Bandung yang lebih responsif, disiplin, dan mengutamakan pelayanan publik.

Tri resmi menjabat Kapolresta Bandung pada 28 September 2026. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya di Korps Tindak Pidana Korupsi Polri.

Di lingkungan Polresta Bandung, ia membawa semangat JAWARA, akronim dari Jaga, Amanah, Wibawa, Adaptif, Ramah, dan Berakhlak. Nilai tersebut sebelumnya ia terapkan saat memimpin Polres Cimahi pada 2024.

Bagi Tri, JAWARA bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang harus tercermin dalam pelaksanaan tugas setiap anggota kepolisian.

“Perubahan paling mendasar adalah mengubah pola pikir anggota sesuai undang-undang, melindungi, mengayomi, melayani, menegakkan hukum,” ucapnya

Menurut dia, kehadiran polisi di tengah masyarakat harus memberikan dampak nyata. Patroli dan kegiatan kepolisian tidak boleh hanya menjadi rutinitas, tetapi harus mampu mencegah gangguan keamanan serta menjawab kebutuhan warga.

Tri menilai perubahan pola pikir anggota harus dimulai dari keteladanan pimpinan. Karena itu, ia memilih terjun langsung ke lapangan sebelum meminta anggotanya melakukan hal serupa.

“Pagi-pagi saya turun ke jalan, mengatur lalu lintas hingga selesai. Jika hanya menyuruh, mereka menunggu perintah terus. Mental itulah yang harus diubah,” tuturnya.

Ia juga menyoroti kepadatan lalu lintas di jalur Katapang dan Rancamanyar yang selama ini menjadi perhatian masyarakat pada pagi hari.

Menurut Tri, pengaturan lalu lintas secara langsung menjadi salah satu bentuk pelayanan yang dapat segera dirasakan warga. Ia menyebut arus kendaraan di jalur tersebut mulai lancar sekitar pukul 07.45 WIB.

Selain itu, Polresta Bandung menggulirkan program Polisi Pejuang Subuh. Program ini mengajak anggota hadir di lingkungan masjid untuk mendukung kegiatan keagamaan sekaligus menjaga keamanan pada waktu yang dinilai rawan terjadinya tindak kriminalitas.

Melalui pendekatan tersebut, tugas kepolisian diharapkan tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memperkuat hubungan dengan masyarakat.

Sosialisasikan Perubahan Hukum
Di sisi lain, Tri meminta jajarannya memahami perkembangan regulasi hukum agar pelaksanaan tugas kepolisian tetap sesuai ketentuan.

Ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai KUHP dan KUHAP, termasuk penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara sesuai persyaratan hukum yang berlaku.

Pendekatan tersebut mengedepankan pemulihan kerugian korban, dialog, dan penyelesaian yang proporsional untuk perkara yang memenuhi ketentuan, bukan semata-mata berorientasi pada penghukuman.

Tri juga mengingatkan anggota agar mampu memberikan penjelasan yang tepat kepada masyarakat mengenai proses peradilan pidana. Kepolisian bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan serta mengumpulkan alat bukti, sementara penuntutan dan penjatuhan putusan berada pada kewenangan lembaga yang berbeda sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kami ingin anggota menjadi polisi yang diharapkan masyarakat. Menjadi polisi adalah keberkahan luar biasa. Agama mewajibkan kebaikan. Kami berkewajiban melaksanakannya sebaik mungkin,” katanya

Kepemimpinan Tri di Polresta Bandung masih berada pada tahap awal. Namun, pendekatan yang mengedepankan keteladanan, pelayanan langsung, dan pemahaman hukum menjadi langkah yang ia dorong untuk membangun kepercayaan publik.

Bagi Polresta Bandung, semangat JAWARA diharapkan tidak berhenti sebagai jargon organisasi. Nilai tersebut dituntut hadir dalam tindakan sehari-hari, mulai dari mengurai kemacetan, menjaga keamanan lingkungan, hingga memberikan pelayanan hukum secara profesional dan berkeadilan. (JM)