KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Pemerintah Kota Bandung memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS melalui sosialisasi skrining sukarela serta pemberdayaan Warga Peduli AIDS (WPA) hingga tingkat kewilayahan.
Langkah ini diambil untuk menekan stigma, mencegah penularan baru, serta memetakan angka pasti penyebaran HIV di Kota Bandung yang dinilai belum sepenuhnya presisi.
Wali Kota Bandung sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa skrining tidak boleh dilakukan dengan unsur paksaan, melainkan atas dasar kesadaran masyarakat.
“Angkanya tidak pernah benar-benar jelas. Sebesar apa sebetulnya penyebarannya, itu yang perlu kita ukur. Makanya, kita harus terus lakukan sosialisasi skrining secara sukarela,” ujar Farhan dalam Pertemuan Musrenbang HIV/AIDS di Hotel Horison Ultima, Senin (12/10/2026).
Farhan menambahkan, penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan edukasi berkelanjutan dan dukungan anggaran yang matang, terlebih di tengah berkurangnya bantuan donor internasional.
Wakil Ketua KPA Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi, menjelaskan bahwa pertemuan yang diikuti 230 peserta dari unsur dinas, camat, hingga lurah ini bertujuan memperkuat komitmen penanggulangan HIV/AIDS lintas sektor.
Melalui mekanisme Musrenbang, pihak kelurahan didorong untuk mengalokasikan anggaran guna memfasilitasi kegiatan dan pemberdayaan kader WPA di wilayahnya masing-masing.
”Peran serta masyarakat melalui WPA tidak akan berjalan optimal tanpa adanya dukungan pembiayaan yang sistematis dan berkelanjutan,” tegas Asep. (JM)












